Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 130 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 174 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 626 | Komentar

Baca


Ojek Online Mulai Memicu Polemik


SERANG - Puluhan tukang ojek yang mangkal di Kompleks Griya Permata Asri di Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, berunjuk rasa di depan pintu gerbang kompleks. Mereka menolak Go-Jek mengambil penumpang dari kompleks tersebut.

Umar, salah satu tukang ojek yang biasa mangkal di Griya Permata Asri, mengatakan bahwa sejak ada gojek pendapatannya menurun drastis. Bila sebelumnya ia bisa mendapatkan Rp 40.000 sampai Rp 50.000 sehari saat ini ia hanya mampu mengantongi uang Rp 10.000 dan akan habis untuk membeli bahan bakar minyak.

"Kadang sehari nggak dapet," kata Umar di sela-sela aksi, Senin (11/9). Ia mengaku sebetulnya tidak mempermasalahkan bila Go-Jek hanya mengantarkan penumpang ke Kompleks Griya Permata Asri namun bila mengambil penumpang dari kompleks tersebut maka secara otomatis akan mengurangi jumlah penumpang dan pendapatan ojek pangkalan.

Ia menyebutkan terdapat sekitar 4 pangkalan ojek di kompleks tersebut dengan jumlah tukang ojek mencapai 60 orang yang sangat bergantung pada usaha ngojek. "Anak saya banyak. Kalau saya nggak dapet penumpang anak-anak saya mau makan apa?" ujar Umar dengan raut muka sedih.

Agus, tukang ojek pangkalan lain, juga mengalami nasib serupa dengan Umar. Ia mengatakan bahwa sejak adanya gojek ia hanya mendapatkan 1-2 penumpang dalam sehari. Itupun merupakan langganannya yang sudah lama. Sementara sebelum ada Go-Jek ia mengaku mampu mendapatkan 5 sampai 6 penumpang sehari.

Ia meyakini turunnya jumlah penumpang itu disebabkan karena Go-Jek masuk ke Griya Permata Asri. Agus mengungkapkan bahwa semula puluhan tukang ojek di Griya Permata Asri akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor Go-Jek namun rencana itu urung karena koordinator aksi tidak dapat dihubungi.

"Tadinya mau gabung dengan ojek yang dari Ciruas dan Cikande," katanya. Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman mengatakan bahwa keberadaan Go-Jek merupakan konsekuensi dari sebuah kota yang berkembang. Hal ini juga terjadi pada kota-kota besar lainnya.

Meski demikian ia mengatakan bahwa memang perlu ada upaya penyelesaian sehingga keberadaan Go-Jek dapat diterima oleh semua kalangan. Ia mengaku sudah pernah memediasi antara ojek pangkalan dengan Go-Jek. Namun karena jumlah ojek pangkalan yang sangat banyak maka ketika satu objek pangkalan selesai ojek pangkalan lainnya belum diselesaikan.

Jaman mengungkapkan bahwa sebetulnya keberadaan Go-Jek juga memiliki sisi positif, salah satunya adalah membuka peluang kerja bagi warga Kota Serang. Ditanya mengenai legalitas Go-Jek, Jaman mengaku belum mengetahuinya. Ia mengatakan akan mempertanyakan perizinan Go-Jek ke organisasi perangkat daerah terkait.

"Secara legalitas kalau Go-Jek saya juga belum nanya apakah mereka sudah terdaftar izin operasionalnya tetapi kayaknya sih sudah. Karena mereka berangkat dari kota besar biasanya sebelum berjalan mengurus izin dulu," ujarnya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh