Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Pendapatan Daerah Diestimasikan Rp2,78 Triliun














SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengestimasikan pendapatan daerah sebesar Rp2,78 triliun pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan tahun 2017. Pendapatan daerah itu terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp773,30 miliar, dana perimbangan sebesar Rp1,48 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp529,66 miliar.

Estimasi perubahan pendapatan daerah tersebut dibandingkan dengan anggaran pendapatan daerah sebelum perubahan mengalami kenaikan sebesar Rp295,34 miliar atau naik 11,85 persen dari Rp2,49 triliun menjadi Rp2,78 triliun.

“Untuk APBD perubahan dari perencanaan semula ada yang berubah,” ujar bupati, usai rapat paripurna penyampaian raperda tentang perubahan anggaran APBD tahun anggaran 2017, Senin (11/9).
Adapun yang mengalami perubahan, lanjut Tatu, yaitu adanya perubahan PAD sebesar Rp175,51 miliar, yang berasal dari retribusi pelayanan.

“Kita juga ada perubahan di DAU (dana alokasi umum). DAU kita berkurang Rp20 miliar akibat dari ditariknya kewenangan SMA ke provinsi. Tetapi di DAK (dana alokasi khusus) langsung masuk untuk infrastruktur Rp20 miliar,” ungkapnya.

Selain itu terdapat tambahan anggaran yang berasal dari Bantuan Gubernur (Bangub) yang belum masuk pada APBD murni yang diperkirakan baru bisa dicairkan pada APBD perubahan setelah keluar petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknisnya (juknis).

“Untuk bangub kita masukan di anggaran perubahan. Sedangkan silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) 2016 untuk menutupi anggaran 2017,” paparnya.
Sedangkan plafon anggaran belanja setelah perubahan tahun anggaran 2017 yaitu sebesar Rp3,14 triliun dengan komposisi belanja langsung sebesar Rp1,52 triliun dan belanja langsung sebesar Rp1,61 triliun. “Jadi pengurangan DAU tidak berpengaruh terhadap belanja pegawai, karena DAU juga ada yang untuk belanja langsung,” katanya. (tanjung)


Beri komentar


Security code
Refresh