Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Pembentukan Konsorsium Solusi Kemacetan


SERANG – Kemacetan di Kota Serang dapat diatasi dengan membentuk Konsorsium Angkutan Umum Kota Serang.

Dengan adanya konsorsium angkutan umum yang ada akan lebih dapat diatur. Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kota Serang Rohman mengatakan bahwa tujuan utama dibentuknya Konsorsium Angkutan Umum Kota Serang adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang transportasi umum agar lebih nyaman, murah, cepat, dan aman.

“Ketika transportasi sudah nyaman, maka diharapkan masyarakat akan berbondong-bondong pindah dari kendaraan pribadi menjadi pengguna angkutan umum,” kata Rohman, Selasa (12/9). Rohman menyatakan bahwa tugas konsorsium nanti adalah mendata angkot yang ada di Kota Serang.

Pemilik angkot diberi pemahaman bahwa angkot yang mereka miliki diberikan kepada konsorsium sebagai penyertaan saham pemilik angkot tersebut. Angkot-angkot ini kemudian diperbaiki dan dirancangulang agar nyaman. Angkot-angkot ini juga ditempatkan di jalur-jalur yang sudah ditetapkan sehingga tidak ngetem di sembarang tempat.

“Pengemudi angkot juga diseleksi dan diangkat oleh konsorsium. Mereka menerima gaji secara rutin dari konsorsium,” ujarnya.  Dengan menyerahkan angkot mereka, maka para pemilik angkot akan dicatat sebagai pemiliki saham di konsorsium dan mereka akan mendapatkan profit dari keuntungan pengelolaan angkot.

Keuntungan lain yang didapat pemilik angkot adalah mereka tidak perlu mengeluarkan biaya operasional karena semua biaya, misalkan service, dibebankan kepada konsorsium. “Mungkin saja nanti ada pengusaha angkot yang tidak setuju. Silakan saja. Tapi harus diingat bahwa ini kan demi kebaikan bersama seluruh warga Kota Serang untuk mengurangi kemacetan,” ujarnya.

Rohman mengatakan bahwa nasib angkot saat ini berada pada fase sakaratul maut. Apalagi dengan munculnya transportasi berbasis aplikasi seperti Go-Jek yang lebih cepat dan murah. Karena itu yang diperlukan bukan membatasi jumlah angkot tetapi memperbaiki layanan dan kualitasnya.

“Khususnya untuk siswa, ketika konsorsium ini mulai beroperasi, maka wajib dilarang membawa kendaraan pribadi ke sekolah,” ujarnya.  Rohman menyatakan bahwa Dinas Perhubungan Kota Serang adalah yang paling bertanggung jawab dalam penertiban angkutan umum karena mereka yang memiliki kewenangan mengatur kelancaran lalu lintas.

Keberadaan terminal di Cipocok Jaya dan Kepandean dinilai kurang efektif karena ketidaktegasan aparat di lapangan dalam menertibkan angkutan umum.  “Seharusnya angkot-angkot dari luar kota tidak bisa masuk ke dalam kota. Namun yang terjadi sekarang angkot dari Pandeglang, Petir, dan Cilegon masuk ke dalam kota sehingga turut menyumbang kemacetan,” tuturnya.

Ketua Bidang Pendidikan dan Peningkatan Mutu ICMI Orda Kota Serang SDM Agus S Munandar menambahkan bahwa yang harus juga dilakukan agar kemacetan di Kota Serang berkurang adalah dengan mengalihkan pembangunan dan peningkatan mutu pendidikan, perdagangan, dan jasa di kecamatan-kecamatan di luar Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya agar masyarakat tidak perlu selalu ke dalam kota untuk melakukan aktifitas keseharian.

“Selama ini pembangunan lebih terfokus di Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya. Sementara kecamatan lain masih terpinggirkan,” ujar Agus. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh