Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Saham bjb Laku Rp 1 Triliun >>Jika Jadi Dijual Pemprov


SERANG- Desakan DPRD Banten agar pemprov menarik penyertaan modal atau saham di Bank bjb (Bank Jabar Banten) ternyata sangat beralasan. Sebab jika dilepas, saham itu bisa laku (terjual) di atas Rp 1 triliun. Angka ini bisa untuk memperkuat modal Bank Banten.

Ketua Harian Badan Anggaran (Banang) DPRD Banten Budi Prajogo menjelaskan, jajaran DPRD Banten sangat yakin jika saham Pemprov Banten di Bank bjb dijual bisa laku di atas Rp 1 triliun. Karena, Bank bjb sudah perusahaan Tbk, sehingga penjualan saham di bursa efek bisa tiga kali lipat dari modal yang miliki Pemprov Banten.

"Penyertaan modal kita sesuai perda kan Rp 130,147 miliar. Di luar itu ada laba ditahan selama beberapa tahun, nilainya sekitar Rp 170 miliar. Bahkan kalo tidak salah lebih dari itu. Jadi akumulasinya (modal pemprov di bjb) sekitar Rp 340 miliaran. Kalau dijual bisa tiga kali lipat. Estimasi kita bisa dapat lebih dari Rp 1 triliun," ujar Budi di ruang Komisi III DPRD Banten, Selasa (12/9).

Namun, lanjut Budi, Pemprov Banten harus melihat konsisi pasar saat akan melego (menjual) saham tersebut, sehingga nilai penjualannya bagus. "Tapi kami optimis akan laku segitu (Rp 1 triliun lebih), karena Bank bjb itu kondisinya bagus, sehat, jadi banyak yang mau beli," tegas Budi.

Menurut Budi, Bank Banten merupakan bank daerah yang dibentuk Pemprov Banten. Maka sudah selayaknya dibesarkan dan dikelola dengan baik untuk kemaslahan masyarakat Banten.  "Kita punya kakak namanya Bank bjb, namun wilayahnya kan sekarang sudah punya sendiri-sendiri.

Kita berterimakasih kepada bjb yang dulu banyak membantu Pemprov Banten, dari proses pendirian sampai sekarang dengan layanan perbankannya. Luar biasa banyak sekali jasanya bjb buat kita. Tapi kita sekarang sudah punya bank daerah sendiri, supaya fokus, saham kita di bjb hendak kita tarik untuk membesakan Bank Banten," jelas Budi.

Menurut Budi, kondisi Bank Banten saat ini sudah cukup sehat. Namun akan lebih baik lagi jika mendapat tambahan modal. Sebab, masuknya pernyertaan modal dari Bank bjb akan meningkatkan Capital Adequacy Ratio (CAR) pada Bank Banten.

"Capital adequacy ratio itu merupakan rasio dalam hal kecukupan modal yang mana hal ini sangat diperlukan ketika bank dikhawatirkan akan mengalami kerugian. Bank itu karakternya selalu butuh suntikan dana. Karena publik menilai kondisi kesehatan suatu bank itu dari nilai aset yang dimiliki, baik aset modal maupun aset lainnya. Kalau modalnya besar, CAR-nya akan ikut tinggi.

Maka jika ada tambahan modal dari pemprov, pindahan dari bjb itu, akan menyebabkan Bank Banten punya dana segar sehingga menaikan CAR," tutur anggota Komisi III DPRD Banten ini.  Budi mengatakan, masuknya dana segar dari bjb ke Bank Banten juga akan menaikan tingkat buku pada Bank Banten. Saat ini Bank Banten baru masuk buku satu.

Dengan kondisi ini, layanan kredit dan produk perbankan yang disajikan untuk masyarakat masih sangat terbatas.  "Bank Banten saat ini masuk buku satu karena modalnya di bawah Rp 1 triliun. Sesuai aturan BI (Bank Indonesia), kalau modal di atas Rp 1 triliun maka bank itu akan naik ke buku dua, dia bisa memberikan kredit dan layanan perbankan yang bersifat internet base, misalnya pakai internet banking.

Sekarang belum bisa, karena masih buku satu. Bank devisa, atau tukar dolar, juga belum bisa, karena aturan itu. Semakin ke atas (modalnya) semakin banyak fasilitas yang bisa dilayani Bank Banten, kalau saat ini masih terbatas," tegas Budi seraya berharap, penambahan modal ke Bank Banten akan memperbanyak program layanan perbankan yang dibuat untuk masyarakat.

"Kalau layanannya banyak, bank itu akan semakin tumbuh. Bank yang listed (terdaftar) di bursa efek akan diawasi OJK (otoritas jasa keuangan) dan pasar modal. Jadi secara keamanan dijamin karena banyak yang mengawasinya. Tidak hanya kita sebagai pemerintah daerah, tapi juga ada pihak lain," jelas politisi PKS ini.

Ke depan, lanjut Budi, jika kondisi Bank Banten sudah baik, DPRD Banten akan mengajak pemerintah kabupaten/kota se-Banten untuk juga menanam saham ke Bank Banten. "Kita nanti mengarahkan agar bantuan keuangan provinsi ke kabupaten/kota itu salah satunya dipakai untuk penyertaan modal ke Bank Banten.

Ini buat pancingan, supaya kita bisa melibatkan pemkot/pemkab ikut punya saham di Bank Banten," katanya. Sekda Banten Ranta Soeharta sepakat jika permodalan di Bank Banten harus ditambah dan diperkuat. Namun, ujar Ranta, sejauh ini Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) belum membahas soal divestasi Bank bjb untuk ditarik dan dimasukan ke Bank Banten.

"Pak Nata Irawan dulu hadir di RUPS, memang mau menarik. Tapi saat Pak WH ini belum ada tindak lanjut, dan belum membahas persoalan divestasi itu. Karena ini kan perlu kajian," ujar Ranta. Menurutnya, pemprov perlu hati-hati mengambil keputusan karena deviden (bagi hasil untung) dari modal di bjb setiap tahunnya cukup besar. Akan tetapi Ranta sepakat modal Bank Banten perlu disuntik.

"Saya setuju Bank Banten harus kuat. Tapi harus dikaji dulu," jelasnya. Ranta mengungkapkan bahwa persoalan divestasi saham di bjb ini harus ada konsultasi lebih dulu ke kementerian dalam negeri (kemendagri). Namun OJK sudah memerintahkan agar pemprov melepas saham di bjb.

Karena dulu dalam pembentukan Bank Banten, ada poin dalam surat yang ditandatangani Gubernur Rano Karno bahwa Pemprov Banten akan menarik uang di Bank bjb untuk penguatan modal di Bank Banten.

"Ada pernyataan (Rano Karno) tertuang di situ. Artinya divestasi. Tapi ini harus izin mendagri, karena yang namanya bank daerah itu ada pembinaan dari kemendagri. Sampai hari ini sih kalau Pak WH belum, sedang dipelajari seperti apa. Tapi bahwa Bank Banten harus kuat, ya," ujar Ranta.

Ditanya jika nanti Bank Banten bisa memberi deviden lebih besar dari yang selama ini diterima Pemprov Banten dari Bank bjb, Ranta menjelaskan bahwa memang itu tujuan utama penguatan modalnya. "Ya memang itu arahnya. Tapi nanti kalau sudah sehat. Kalau ujug-ujug ngasih (deviden) gede, darimana nomboknya," tegas Ranta.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menilai penarikan modal Pemprov Banten dari bjb bukan hal yang sederhana.  “Usulan kan ya? Usulan itu perlu dikaji. Pak Gubernur Banten (Wahidin Halim-red) juga perlu mengkaji usulan tersebut, bagaimana baiknya kaitan penyertaan modal maupun penarikan modal di BJB untuk dialihkan ke Bank Banten,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu menuturkan, kajian sangat diperlukan sebagai dasar pertimbangan sehingga bisa memperkuat keberadaan Bank Banten dan bukan sebaliknya. “Kan perlu ada pertimbangan. Saya yakin Pak Gubernur sudah memiliki analisas dalam kaitan penguatan Bank Banten itu sendiri. Kaitan bagaimana Bank Banten ini harus bisa menjadi bank yang sehat,” katanya.

Untuk perkembangannya, kata dia, pemprov selalu menginformasikan kepada Wahidin. Dari situ, Wahidin memberikan pandangan yang sama yaitu harus terlebih dahulu dilakukan analisa dan audit terhadap Bank Banten.   “Selalu menginformasikan dan menginginkan yang pertama ada analisanya dan yang kedua ada audit yang dilakukan.

Itu agar nanti tidak salah dalam kaitan penempatan maupun penyertaan modal yang akan dilakukan,” ungkapnya.   Ketika kedua hal itu sudah dilakukan maka pihaknya akan bisa melakukan pemetaan dan keputusan apakah akan menarik saham di BJB. Kemudian apa tindaklanjut jika hal itu benar-benar terjadi.

“Jadi supaya berjalan dengan baik, efektif sesuai target maupun rencana yang sudah dianalisa. Baik itu rencana masalah yang perlu diantisipasi maupun perencanaan yang perlu dilakukan oleh pemprov,” tuturnya.  (rahmat/dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh