Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 130 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 174 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 626 | Komentar

Baca


Kalau Kinerja Bank Banten Bagus, Saham Bjb Ditarik


SERANG- Pemprov Banten akan menarik penyertaan modal atau saham di Bank bjb asalkan kinerja Bank Banten dalam kondisi bagus. Saat ini, Pemprov Banten masih menunggu hasil audit atas kondisi Bank Banten, yang saat ini dilakukan Inspektorat dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Jika nanti hasil audit Bank Banten dinyatakan sehat dan progresif, baru kita menarik saham di Bank bjb dan memasukannya ke Bank Banten. Sekarang kita perlu lihat audit terlebih dahulu terhadap BGD maupun Bank Banten," ujar Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy kepada wartawan, di ruang kerjanya, Rabu (13/9).

Andika mengungkapkan, hasil audit diperlukan sebagai jaminan uang hasil penjualan saham di bjb itu aman ketika dipindahkan ke Bank Banten. Untuk itu, lanjut Andika, pemprov tak ingin gegabah menentukan keputusan tersebut. Sebab jika salah mengambil keputusan, aset pemprov bisa habis dan tidak menghasilkan apa-apa.

"Saya sudah koordinasi dengan Pak WH (Gubernur Wahidin Halim). Pak WH menekankan agar kita tidak salah langkah. Jangan sampai aset yang kita tarik dari bjb untuk Bank Banten ternyata tidak secure (aman). Maka kita menekankan agar ada audit dulu, supaya kalau kondisi perusahaan (Bank Banten) sehat, bisa memberi deviden juga kita kas daerah," katanya seraya masih menunggu proses audit investigasi tersebut.

Andika mengungkapkan kehati-hatian pemprov dalam mengambil keputusan divestasi ini karena berpedoman pada prinsip bahwa aset (saham) pemprov harus berkembang dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

"Kita tidak masalahkan mau disimpan dimana. Mau di bjb atau Bank Banten yang penting aset kita harus berkembang. Bank harus bisa memberikan keuntungan bagi pembangunan daerah. Namun tentunya Bank Banten sudah lahir, dan harus dibesarkan, tapi dengan catatan kita ingin bank sehat.

Audit kan komprehensif, bocornya di mana, nanti kita tambalnya di mana. Kalau hasil audit bagus dan Bank Banten punya progres yang besar, tidak masalah (disuntik dana). Kan sudah tanggung jawab kita membesarkan Bank Banten," ujar Asep.

Ketua Harian Badan Anggaran DPRD Banten Budi Prajogo mengatakan, nilai saham Pemprov Banten pada Bank bjb per 31 Desember 2016 tercatat ada 520.589.856 lembar. Harga saham tersebut yang dipampang di bursa efek Jakarta per 12 September 2017 pukul 16.13, berada di angka Rp 2.560 per lembar.

"Nilai kapitalisasi pasar saham Pemprov Banten saat ini (kalau dijual) adalah sekitar Rp 1,332 triliun," ujar Budi. Dihubungi terpisah, Inspektur Pemprov Banten E Kusmayadi mengatakan, hingga saat ini hasil audit investigasi terhadap PT Banten Global Development (BGD) dan Bank Banten masih berjalan dan belum selesai. "Ya tinggal sedikit lagi, sekitar 20 harian lagi lah," ujarnya. (rahmat)

Beri komentar


Security code
Refresh