Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 509 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 631 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca


Obat Ilegal Rp11,86 Miliar Dimusnahkan


SERANG – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang memusnahkan 3.129 item produk obat dan makanan ilegal senilai Rp 11,86 miliar, Rabu (20/9). Produk yang dimusnahkan merupakan hasil pengawasan selama pertengahan 2016 hingga Juni 2017.

Berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya, 3.129 item yang dimusnahkan terdiri atas 435.084 kemasan. Rinciannya, hasil pengawasan sebanyak 2.522 item dengan 30.227 kemasan obat tradisional, kosmetik, dan pangan tanpa izin edar senilai hampir Rp500 juta.

Kemudian dari hasil penyidikan sebanyak 607 item dengan 404.857 kemasan terdiri atas obat tradisional, kosmetik, Obat-obatan Tertentu (OOT) dan pangan ilegal senilai Rp 11,36 miliar. Seluruh barang bukti tersebut telah mendapatkan penetapan pemusnahan dari Pengadilan Negeri masing-masing daerah temuan.

Pemusnahan secara keseluruhan akan menggunakan alat incenerator di Tangerang dengan menggunakan 4 kontainer untuk membawa barang-barang tersebut.  Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan POM RI Nurma Hidayati mengatakan, barang-barang ilegal tersebut didapat dari sejumlah tempat seperti kios, toko, pabrik hingga gudang penyimpanan.

“Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, produk yang dimusnahkan kali ini masih didominasi oleh produk obat tradisional ilegal dan mengandung bahan kimia obat (BKO) serta produk kosmetik ilegal. Pelaku kejahatan melakukan aksinya di sarana produksi dan distribusi ilegal,” ujarnya.

Ia menuturkan, selain pemusnahan BPOM juga mengenakan sanksi administratif dan pidana kepada pemilik barang dengan ancaman pidana sesuai dengan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Penyalahgunaan obat dan peredaran produk ilegal sangat berbahaya dan merugikan kesehatan masyarakat. Kami juga akan meningkatkan kerjasama dengan Criminal Justice System untuk menjatuhkan sanksi tegas bagi para pelakunya untuk memberikan efek jera,” katanya.

Dengan adanya temuan yang hampir mirip setiap tahunnya, kata dia, BPOM telah mencanangkan aksi nasional pemberantasan penyalahugunaan obat. Tim lintas sektoral menurutnya akan dibentuk untuk mengawasi obat dan makanan ilegal mulai dari Kejaksaan, Kepolisian, BNN, Kementerian Kesehatan dan dari unsur pemerintah daerah. "Ini adalah gerakan semua pihak," ungkapnya.

Kepala BPOM Serang Nurjaya Bangsawan mengatakan, peredaran kosmetik, makanan dan obat-obatan ilegal di Banten termasuk masih rawan. Dari banyaknya jumlah temuan sepanjang 2017, BPOM sendiri menurutnya akan terus melakukan penyelidikan dan pemberantasan.

"Kalau kita lihat temua ini, kita berharap kemudian turun. Karena selain tindakan tegas sanksi administratif, kita juga melakukan sanksi pidana," tuturnya. (dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh