Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 509 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 631 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca


Nobar Film G30/S PKI Banyak Disensor


LEBAK - Ratusan warga antusias menonton film G30/S PKI yang diputar markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0603 Lebak, Rabu ( 20/9) malam. Selain di Makodim, kegiatan serupa dilaksanakan di Kantor Koramil Rangkasbitung, Warunggunung, Koramil Cimarga dan menyusul di koramil lainnya dimulai 20-30 September 2017.

"Kegiatan nobar ini untuk mengingatkan anak bangsa akan sejarah pengkhianatan Gerakan 30 September PKI. PKI berupaya mengubah ideologi Pancasila menjadi komunis makanya ada pemberontakan," kata Dandim 0603 Lebak Letkol Arh Safa Susanto.

Dengan diputarkannya kembali film itu, generasi muda diharapkan tahu tentang sejarah PKI. "Harapan saya masyarakat, khususnya pemuda tahu sejarah tentang PKI. Tidak bimbang akan sejarah setelah Indonesia merdeka ada gerakan pemberontakan yang dilakukan PKI untuk mengubah Ideologi Pancasila menjadi komunis.

Jadi sejarah G30S/PKI fakta dan nyata. Kita ada korban, karena PKI yang duluan melakukan pembantaian kepada para Jendral dan juga masyarakat termasuk kiai dan santri," katanya. Dandim menegaskan, PKI tidak akan dibiarkan kembali tumbuh berkembang di Indonesia. "Selama TNI masih ada dan Tap MPRS nomor 25 tahun 66 tidak dicabut maka PKI tidak akan ada.

Selama TNI masih ada saya yakin PKI tidak akan hidup, sampai ke pelosok desa saya berkeyakinan tidak akan berkembang," katanya. Dandim menambahkan, pemutaran film tidak ditayangkan secara penuh. Ada sebagian cuplikan yang tidak layak dipertontonkan khususnya terhadap anak-anak. "Minimal kita tidak salah putar semua kekerasannya memang hilang.

Tapi paling penting harapannya memberikan pelajaran bagi kita semua biar kejadian G30S/PKI jangan sampai terulang sampai anak dan cucu kita," katanya. Ahmad Suhada, salah satu warga Rangkasbitung menyambut baik kegiatan yang digelar TNI tersebut.

"Tapi sayang terlalu banyak di sensor padahal filmnya menarik dan memberikan pelajaran kepada kita untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 ternyata masih ada orang atau sekelompok orang yang ingin menguasai negara dan kembali melakukan penjajahan demi tujuan mengubah ideologi Pancasila menjadi komunis," katanya. (purnama)

Beri komentar


Security code
Refresh