Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 495 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 610 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 487 | Komentar

Baca


Pejabat Cilegon Ditangkap KPK


CILEGON - Tiga pejabat Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon dikabarkan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, tadi malam. Penangkapan ini dibenarkan Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Dedi Perdana Putra. Namun menurutnya, dalam proses penangkapan itu, pihaknya tidak dilibatkan.

"Saya dapat informasi sekitar jam 7 malam tadi. Ada tiga orang Dita (Dita Prawira, Kepala DPMPTSP Kota Cilegon-red), Tunggul (Tunggul Fernando, Kabid Perizinan DPMPTSP Kota Cilegon-red) dan Dedi (belum diketahui-red). Tapi dalam penangkapan ini kita tidak dilibatkan untuk pengamanan maupun yang lainnya," katanya singkat.

Sementara itu, tadi malam, kantor Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon di Cilegon Business Square Blok C 10, 11, 12, dan blok C 22 disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pintu masuk DPMPTSP di sebelah selatan dan utara dipasangi rantai besar lengkap dengan gembok dan kertas bertuliskan DISEGEL.

Di kertas tersebut juga terdapat tanda tangan atas nama Ardian.  Penyegelan kantor DPMPTSP nyaris tidak diketahui warga sekitar Cilegon Business Square. Hanya beberapa orang saja yang sadar dengan aksi KPK tersebut.

Doni Fatah, petugas keamanan Anang Family Karaoke awalnya menyangka bahwa petugas KPK yang datang adalah tamu biasa DPMPTSP. Letak Anang Family Karaoke persis di samping DPMPTSP  di pintu utara blok C 22. "Saya lihat Pak Tunggul (Tunggul Fernando, Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Kota Cilegon) sedang ngobrol dengan seseorang sambil bisik-bisik.

Saya menjauh karena takut disangka gak sopan nguping," kata Doni yang saat ditemui berpakaian hitam-hitam.  Doni mengatakan, petugas KPK datang sekitar pukul 19.30 dengan mobil Suzuki Vitara berwarna hitam. Ia tak melihat persis apakah petugas datang dengan Tunggul atau tidak. "Saya lihat sedang bisik-bisik itu.

Setelah itu 30 menit mereka pergi (membawa Tunggul). Tau-tau kemudian pintunya disegel," kata Doni yang mengatakan bahwa petugas KPK datang dengan setelan baju putih celana hitam tanpa atribut bertuliskan KPK.

Office boy DPMPTSP Kota Cilegon yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa rombongan petugas KPK datang sekitar pukul 19.30. "Masuk ke kantor terus tau-tau keluar. Saya cuma ngasiin kunci ke mereka (petugas KPK). Pesennya ke saya gak boleh dibuka-buka sampai dua hari," katanya. (darjat/fikri)

Beri komentar


Security code
Refresh