Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 629 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca


15 Ibu Rumah Tangga Nyalon Kades


PANDEGLANG – Sebanyak 416 orang warga di 108 desa di Kabupaten Pandeglang mendaftar menjadi calon kepala desa dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar 5 November 2017 mendatang. Para pendaftar terdiri dari berbagai kalangan. Wiraswasta 304 orang, petahana 30 orang, petani 16 orang, pegawai swasta 11 orang, ASN enam orang, serta ibu rumah tangga 15 orang.

Sisanya disebutkan berprofesi lain-lain.  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Pandeglang Taufik Hidayat mengatakan, pendaftaran calon kades sudah kami tutup. "Dari total pendaftar ada yang satu desa dua calon, tiga, lima, enam, sembilan hingga dua belas,” terang Taufik ditemui usai rapat pembahasan tahapan pilkades serentak di Pendopo Bupati Pandeglang, Senin (2/10).

Kata Taufik, panitia pilkades juga kembali membuka pendaftaraan bagi calon kades dengan memberi waktu tambahan selama 10 hari karena takut adanya warga yang ingin mencalonkan diri menjadi kades, dengan harapan pelaksanaan Pilkades berjalan lancar, aman, dan kondusif.

“Kalau masih ada yang tertinggal, kami kembali membuka pendaftar tambahan karena takut adanya warga yang belum mendaftar,” paparnya. Dijelaskannya, berdasarkan aturan, calon kades yang lebih dari lima akan dilakukan seleksi, agar memenuhi syarat pencalonan.

“Kades yang lebih dari lima akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi, yakni administrasi, akademis, mengisi form pertanyaan, lalu diakhiri dengan sesi wawancara, yang akhirnya mengerucut menjadi 5 calon. Sistem penilaiannya menggunakan passing grade yang diurutkan berdasarkan rangking,” jelasnya.

Anggota Komisi I DPRD Pandeglang Aminudin meminta DPMPD untuk lebih selektif dalam melakukan seleksi calon kades yang mendaftar. Amin khawatir karena pilkades biasanya rentan terjadi konflik. “Pelaksanaan pilkades ini harus dipersiapkan dengan matang, jangan sampai adanya gejolak yang timbul. Coba nanti kami akan koordinasi dengan dinas terkait sudah sampai mana persiapannya,” tegasnya. (yanadi)

Beri komentar


Security code
Refresh