Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 629 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca


Perajin Batik di Banten Kesulitan Bahan Baku


SERANG - Perajin batik daerah di Banten mengeluhkan susah dan mahalnya mendapatkan bahan baku batik. Kondisi ini menyebabkan harga batik menjadi lebih tinggi. Kepala Sanggar Batik Cikadu Pandeglang Rizal Fauzi mengungkapkan bahwa bahan baku batik tidak dapat ditemukan di wilayah Banten bahkan Jakarta.

Sampai saat ini bahan baku batik mulai dari kain, malam, dan lainnya masih didatangkan dari Pekalongan. "Kain, malam, pewarna batik, semuanya dari Pekalongan karena pusatnya di sana," kata Rizal, Senin (2/10).

Rizal mengatakan bahwa karena bahan-bahan batik itu didatangkan dari Pekalongan, maka biaya ongkos kirim menjadi lebih mahal. Akibat turunannya adalah ongkos produksi batik menjadi lebih tinggi yang akan berakibat pada mahalnya harga batik yang akan dijual.

Meski demikian ia mengatakan bahwa harga batik memang mahal karena penciptaannya melalui proses yang tidak mudah. "Batik itu bicara proses bukan hasil," ujarnya.  Rizal mengungkapkan bahwa kebutuhan akan kain untuk 1 bulan produksi minimal 1.000 yard untuk produksi stok. Produksi batik cap bisa mencapai ratusan per bulan. Sementara batik tulis tergantung motif dan pecanting.

Bila dirata-rata batik tulis bisa diproduksi 10 sampai 20 buah per bulan. Sementara untuk pesanan batik produksi Cikadu tergantung jumlah pemesan per bulannya. Sejauh ini pemesan terbanyak batik Cikadu adalah aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Pandeglang.

Apalagi setelah adanya surat imbauan dari Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati agar ASN Pandeglang mengenakan batik Cikadu sebagai batik karya warga lokal.  "Pesanan paling banyak sekarang berasal dari PNS Pandeglang," tuturnya.

Rizal menyatakan bahwa masyarakat masih perlu banyak diedukasi tentang batik. Pasalnya masih banyak yang menganggap pakaian dengan motif batik disebut sebagai batik. Padahal dalam proses produksinya tidak mengalami proses membatik.

Menurutnya hanya ada dua jenis batik, yaitu batik cap dan batik tulis. Batik cap menggunakan alat semacam cap bermotif sementara batik tulis menggunakan canting.  "Kalau pakaian bermotif batik tapi dibuat diprint itu bukan batik," katanya.

Batik Cikadu didirikan 2 tahun lalu pada 21 April 2015. Konsep penciptaan batik ini adalah pemberdayaan masyarakat yang terkena relokasi dari Tanjung Lesung ke Cikadu akibat akan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Saat ini batik Cikadu memiliki 50 motif lebih dan menjadi oleh-oleh khas Pandeglang.

Pemilik dan Pembina Sanggar Batik Krakatoa Cilegon Hany Seviatry mengungkapkan kendala yang sama, yaitu mengenai tersedianya bahan baku batik. Ia mengaku membeli bahan baku berupa kain dan warna dari Pekalongan dan Cirebon.

Di Jakarta bahan baku batik memang ada tetapi harganya lebih mahal dibandingkan dengan harga di Pekalongan dan Cirebon. Kebutuhan akan kain per bulan bisa mencapai 700 yard tergantung pesanan. Bila sedang banyak pesanan kebutuhannya bisa di atas 700 yard. Sementara kebutuhan akan malam rata-rata di atas 50 kilogram.

“Saya berharap pemerintah, terutama Pemerintah Kota Cilegon, membantu support batik Krakatoa dalam pemasaran,” katanya.  Hany mengatakan bahwa selama ini Pemerintah Kota Cilegon memang sudah mendukung tetapi masih sebatas membawa batik Krakatoa ketika ada pameran.

Sedangkan untuk menggiatkan instansi di Cilegon untuk menggunakan batik Krakatoa masih belum maksimal. Sementara Pemerintah Provinsi Banten menurutnya sudah cukup banyak mendukung dengan memperkenalkan batik Krakatoa ke luar.

“Saya berharap Pemerintah Cilegon maupun Pemerintah Provinsi Banten bisa bersinergi membawa batik Krakatoa sebagai salah satu ikon yang membanggakan Cilegon dan Banten,” ujarnya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh