Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Iti Nahkodai Demokrat Banten


PANDEGLANG – Iti Octavia Jayabaya akan menahkodai DPD Partai Demokrat Provinsi Banten untuk periode 2017-2022 setelah berhasil meraih suara terbanyak dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Partai Demokrat Banten di aula salah satu hotel di Kabupaten Pandeglang, Kamis (9/11).

Bupati Lebak itu mengandaskan rivalnya Irna Narulita yang juga Bupati Pandeglang setelah meraih enam dari sepuluh suara dari delapan ketua DPC Demokrat kabupaten/kota, DPD dan DPP.
Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Partai Demokrat Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo meminta para kadernya untuk menerima hasil musda dan tidak membuat perpecahan.

Dengan momentum musda ini, kader ditekan untuk senantiasa menjaga kehormatan dan kekompakan. “Siapa pun yang menang dan kalah hal biasa, bukan karena kalah mungkin belum kesempatan. Siapa pun yang jadi yang jelas perempuan,” kata Pramono, dalam sambutannya, kemarin.

Pramono juga mengingatkan kadernya untuk mendukung ketua terpilih karena pihaknya menargetkan kemenangan partainya pada Pemilu 2019. “Saya ingatkan para kader yang dipilih menang jangan memimpin sesuka hati. Yang kalah, jangan bersedih dan sakit hati.

Pesta demokrasi harus kita sukseskan bersama. Siapa pun yang jadi ketua, harus kita terima. Pelaksanaan musda kita jadikan kehormatan untuk memilih pemimpin yang baik, bukan  malah mengadu domba,” paparnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Banten terpilih, Iti Octavia Jayabaya mengatakan, partainya kini mempunyai tugas berat dalam menyukseskan Pilkada serentak 2018 di empat kabupaten/kota di Banten. “Pilkada serentak menjadi tugas kita bersama untuk menyukseskannya. Ini memang tugas berat, tetapi saat pilgub kemarin sudah dibuktikan dengan kebangkitan Demokrat dengan terpilihnya Pak WH (Wahidin Halim) sebagai gubernur Banten,” terangnya.

Terkait posisi untuk Irna di Demokrat Banten, Iti mengaku belum bisa memberikan kepastian. Iti menyerahkan sepenuhnya kepada yang Irna, karena pihaknya harus mengatur struktur ogranisasi, dengan harapan partai yang dipimpinnya ke depan berjalan dengan baik sesuai harapan masyarakat. “Tergantung nanti beliau (Irna-red) mintanya di mana. Tadi juga Bapak Pramono menawarkan di sekretaris. Semua (posisi-red) pantas ditempati Bu Irna, di mana saja,” katanya.

Sementara itu, Irna Narulita mengaku, setelah keluar dari PPP ia akan fokus membantu dalam raihan suara Partai Demokrat dalam Pemilu 2019. “Insya Allah saya akan dukung kepengurusan partai. Nanti akan kami undang, semua elemen masyarakat untuk masuk ke rumah kita. Suatu anugrah karena waktunya saya hijrah. Sebetulnya saya sudah terpikat dari jauh-jauh hari dengan partai demokrat. Saya dengan teh Iti kaya lem dan prangko. Mari kita bersama-sama menjemput kemenangan,” paparnya.

Irna menegaskan bahwa "Kalau jabatan urusan belakangan. Yang penting siap bekerja dulu. Urusan jabatan itu urusannya duniawi, nanti kita rumuskan bareng-bareng,” ujarnya seraya mengaku awalnya tidak berniat mencalonkan diri.

Dimyati Tak Izinkan Irna Aktif di Demokrat
Sementara itu, keinginan Bupati Pandeglang Irna narulita aktif di Partai Demokrat bahkan digadang-gadang jadi calon Ketua DPW Partai Demokrat Banten, mendapat tentangan dari suaminya yakni Dimyati Natakusumah. “Bapak gak izinkan. Biar fokus di Pemda Pandeglang saja,” kata Dimyati kepada Banten Raya, kemarin.

Dimyati menyatakan, tugas bupati itu berat mengurus rakyat Pandeglang. Apalagi menurutnya sebentar lagi akan ada Pemilu serentak 2019. “Jangan sampai tugas sebagai kepala daerah diboncengi oleh kepentingan parpol,” tandas mantan bupati Pandeglang dua periode ini. 

Ditanya jika kemungkinan Bupati Pandeglang tetap masuk distruktur kepengurusan Partai Demokrat Banten seperti menempati posisi sekretaris seperti yang sudah ramai diperbincangkan internal Partai Demokrat Banten, Dimyati dengan tegas menyatakan tidak setuju.
“Apalagi Sekjen yang harus fokus terhadap operasional kantor. Jelas tidak akan bisa membagi waktunya. Belum lagi urusan keluarga. Biar tidak dicurigai oleh parpol tertentu, sebaiknya Ibu netral karena ibu jadi bupati masih tiga tahun lebih lagi,” bebernya. (yanadi/muhaemin)

Beri komentar


Security code
Refresh