Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Festival Keraton Surosowan Jadi Ajang Tahunan


SERANG – Pemprov Banten berencana menjadikan Festival Keraton Surosowan menjadi event berskala internasional, dengan mengundang kerajaan dan kesultanan di nusantara dan dari luar Indonesia. Cara tersebut diyakini akan mengerek nama Banten dan dikenal sebagai destinasi pariwisata religi terkemuka.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, digelarnya Festival Keraton Surosowan untuk pertama kalinya merupakan suatu momen positif untuk mengembalikan nama besar Kesultanan Banten. Festival itu juga merupakan sarana edukasi dan promosi Banten ke luar daerah.

“Ini momentum yang pas untuk peningkatan sektor pariwisata. Banten memiliki potensi pariwisata yang sangat baik wabil khusus wisata religi yang berada di Keraton Kesultanan Banten,” ujarnya dalam pembukaan Festival Keraton Surosowan di halaman Masjid Agung Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat (10/11).

Mantan anggota DPR RI itu menuturkan, Pemprov Banten berencana menaikan status Festival Keraton Surosowan dari event domestik ke internasional. Selain memiliki potensi yang luar biasa, rencana itu sesuai dengan agenda revitalisasi kawasan Banten Lama yang digagas pemprov.

“Kami berharap agenda festival ini menjadi agenda event internasional, janagn event domestik. Nanti tidak hanya mengundang kerajaan dan kesultanan dari nusantara tapi juga dari negara-negara sahabat. Kami telah merancang kebijakan pengembangan Kesultanan Banten melalui program revitalisasi,” katanya.

Soal waktu peningkatan status event, kata dia, ditargetkan sudah bisa dilakukan setidaknya 3 tahun ke depan. Target tersebut sesuai dengan rencana penyelesaian program revitalisasi Banten Lama.
“Setelah 3 tahun rapi baru buat Festival Keraton tingkat Internasional karena ini berkaitan dengan venue. Kalau belum memadai nanti malu. Kami ingin menjadikan Kota Serang atau Ibukota Banten terkenal dengan wisata religinya. Kami harap ketika program ini direalisasikan bisa dijaga bersama,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten Tb Abbas Waseh mengatakan, Festival Keraton Surosowan digelar untuk membangkitkan kearifan lokal Banten yang sudah lama tertidur. Melalui festival ini pula pihaknya ingin kembali menjadikan kultur budaya Kesultanan Banten sebagai sebuah kebanggaan.

“Banten (lama) ini menjadi sebuah ikon. Coba kita lihat ketika ada yang mencalonkan diri jadi walikota, bupati atau anggota dewan. Di belakang (alat peraga kampanye) pasti belakangnya (gambar) menara Masjid Banten (Lama). Artinya sudah disepakati Banten (Lama) adalah sebuah icon,” ujarnya.

Terkait janji pemprov terkait program revitalisasi, pihaknya pun akan terus mengawalnya. “Saya ingat perkataan Pak Wakil Gubernur, pembenahan akan selesai 3 tahun, saya akan tagih,” tuturnya.Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara Adipati Arif Natadiningrat menyatakan, digelarnya Festival Keraton Surosowan harus menciptakan efek ganda bagi masyarakat Banten. Diberharap, festival tersebut bisa digelar setiap tahunnya.“Potensi sejarah dan budaya agar bisa ditata, dipelihara serta dimajukan sebagai salah stau potensi wisata di Indonesia,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Festival Keraton Surosowan akan digelar hingga Minggu (12/11). Selain dihadairi oleh raja dan sultan di nusantara, delegasi sejumlah negara sahabat seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Kamboja dan Turki pun turut hadir. Ada sejumlah kegiatan yang akan digelar seperti pentas seni, parade budaya, showing pameran, khitanan massal, donor darah hingga dzikir bersama. (dewa)


Beri komentar


Security code
Refresh