Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Perhatian Pemerintah Rendah, Silat Mati Suri


SERANG – Pencak silat di Banten dinilai mati suri. Bukan karena tidak adanya regenerasi melainkan karena pemerintah selama ini kurang mengakomodasi kepentingan pencak silat.

Nunung Syaifuddin, Ketua Panitia Tapak Karuhun Banten, mengatakan bahwa selama ini pencak silat seperti mati suri karena pelaku budaya asli Banten ini sering tidak terakomodasi oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Padahal pencak silat merupakan kekayaan budaya yang dimiliki Banten.

“Maka, dengan acara Tapak Karuhun Banten tanggal 19 November nanti kita akan bangkitkan kembali nilai budaya ini,” kata Nunung yang ditemui saat gladi bersih sebagai persiapan Tapak Karuhun Banten yang merupakan acara silaturahmi ulama dan jawara Banten, Minggu (12/11). Tapak Karuhun Banten juga akan memecahkan rekor MURI Debus Al Madad terbanyak dan silat massal.

Nunung menyatakan bahwa Tapak Karuhun Banten akan diikuti sekitar 90 persen peguron silat yang ada di Banten, mulai dari Bandrong, TTKKDH, Haji Salam, dan lainnya. Tapak Karuhun Banten akan menghadirkan 4.000-5.000 pesilat, termasuk debus yang akan berlangsung di Alun-alun Barat Kota Serang mulai pukul 08.00. Ia mengatakan bahwa acara ini diharapkan akan mampu mengangkat kembali budaya Banten. “Karena budaya Banten tidak lepas dari ulama dan jawara,” ujar mantan Kapolres Serang ini. 

Ia mengatakan bahwa acara Tapak Karuhun Banten akan diusahakan menjadi agenda rutin tahunan sehingga akan ada waktu berkumpulnya ulama dan jawara. Ia berharap kearifan lokal seperti silat akan lebih mendominasi pembangunan Banten ke depan.

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Serang Hafidi ZA mengatakan bahwa Tapak Karuhun Banten terselenggaran atas kerja sama antara peguron silat di Banten, Disparpora, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang. Ia mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu cara guna melestarikan budaya pencak silat dan debus di Banten. “Kita harapkan peserta yang datang saat hari H nanti bisa mencapai 5.000 orang,” katanya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh