Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


1.300 Sandera Papua Terancam Kelaparan


JAKARTA – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih mengisolasi Desa Kimbely dan Banti, Tembagapura, hingga Sabtu (11/11). Satgas gabungan TNI-Polri masih mengedepankan dialog dengan KKB tersebut.

Karena itu, saat ini diupayakan mencari solusi dengan mengumpulkan kepala suku, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Upaya persuasif saat ini masih dikedepankan karena risiko yang begitu tinggi bila dilakukan pembebasan dengan kekuatan senjata.

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal mengungkapkan, dari informasi yang dikumpulkan kepolisian, KKB tersebut memiliki setidaknya 35 pucuk senjata laras panjang dan pendek. ”Senjata pabrikan,” ujarnya.

Ditambah lagi, terdapat seratus simpatisan yang membawa senjata panah dalam mengisolasi dua desa itu. Kondisi medan yang sulit juga menjadi pertimbangan tersendiri. Untuk menuju dua desa tersebut, hanya ada satu akses.

”Medan di sekitar akses masuk itu perbukitan terjal yang terkadang patah-patah atau terdapat jurang yang memisahkan. Kondisi itulah yang menjadi pertimbangan kepolisian,” paparnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Menurut Kamal, saat ini Polri bersama TNI masih berupaya bisa mengumpulkan kepala suku, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Tujuannya, mereka bisa memberikan pencerahan kepada KKB agar mau menghentikan isolasi. Baik dengan menyerahkan diri maupun jalan lainnya.

”Kami berupaya menguatkan kepala suku, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar mereka mau meminta KKB tidak mengisolasi desa,” ucapnya. Walau begitu, hingga saat ini belum ada kepala suku, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang berani mengunjungi KKB tersebut. ”Kami masih berupaya melihat bagaimana kemungkinan ini,” katanya.

Upaya lain yang sedang ditempuh ialah mencegah 1.300 warga yang terisolasi itu mengalami kelaparan. Maka, Polri dan TNI memberikan sumbangan sembako sebanyak dua kontainer untuk warga dua desa tersebut. ”Ada dua warga desa yang bisa keluar untuk mengambil sembako itu sehingga tidak terjadi kelaparan,” ungkapnya.

Diharapkan, sembako-sembako tersebut bisa terdistribusi kepada warga. Kamal menjelaskan, oleh KKB, aktivitas warga dibatasi. Karena itu, penting menyediakan kebutuhan sehari-hari tersebut. ”Kami akan terus memasok sesuai yang dibutuhkan,” ujar dia.

Polda Papua juga telah mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) untuk 21 orang yang diduga anggota KKB yang saat ini mengisolasi dua desa itu. Sebanyak 21 buron tersebut antara lain adalah Ayuk Waker, Obeth Waker, Ferry Elas, Konikus Waker, Yopi Elas, Jack Kemong, Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, dan Abu Bakar alias Kuburan Koyoga. Ada juga Tandi Kyoga, Tabuni, Ewu Magai, Guspi Waker, Yumando Waker, Yohanis Magai, Yosep Kemong, Elan Waker, Lis Tabuni, Anggau Waker, dan Gandi Waker.

Kamal menerangkan, 21 buron itu diduga merupakan anggota KKB yang melakukan isolasi. Sekaligus beberapa waktu lalu melakukan sejumlah aksi bersenjata. Antara lain menembak mobil ambulans, mobil patroli, dan polisi serta memerkosa warga. ”Dua puluh satu orang ini merupakan pentolan KKB,” tegasnya.

Soal apa motif dan tujuan KKB mengisolasi dua desa, Kamal mengaku belum tahu. Selama ini upaya kepolisian untuk berkomunikasi dengan KKB tersebut sama sekali tidak digubris. ”Belum ada permintaan apa pun dari mereka.”

Informasi yang diterima Jawa Pos justru menyebutkan bahwa KKB itu sebenarnya ingin menguasai beberapa tambang di Tembagapura. Tambang tersebut selama ini dikuasai warga lokal dan pendatang. Tambang di sekitar Tembagapura memang cukup menggiurkan karena kandungan emasnya cukup banyak. Dalam sehari setidaknya bisa didapatkan 17 gram emas dengan penambangan tradisional.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar menyatakan, meningkatnya kekerasan bersenjata tersebut memang dilatari motif ekonomi. ”Motif ekonomi, ini musiman,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Yang pasti, untuk pelaku penembakan ambulans dan anggota kepolisian serta pemerkosa warga, tidak ada jalan lain. Kepolisian bakal melakukan penegakan hukum. ”Hanya satu, proses hukum,” tandas jenderal berbintang dua tersebut. (jpg)

Beri komentar


Security code
Refresh