Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Ketua dan Bendahara PGRI Kopo Dibekuk Polisi


SERANG – Ketua dan bendahara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang diamankan satgas sapu bersih (saber) pungutan liar (pungli) Polres Serang pada Jumat (10/11). Keduanya diduga melakukan pungli terhadap anggota PGRI untuk pembangunan gedung PGRI Kecamatan Kopo dan untuk kegiatan peringatan hari ulang tahun (HUT) PGRI.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Sarjudin membenarkan adanya penangkapan pengurus PGRI Cabang Kecamatan Kopo tersebut oleh Satgas saber pungli. “Benar Ketua PGRI Kecamatan Kopo namanya kalau tidak salah Nasuha dan bendaharanya. Jadi bukan Ketua PGRI Kabupaten Serang (Muhtadi) yang ditangkap,” kata Sarjudin, Minggu (12/11).

Ia menjelaskan, kasus yang disangkakan terhadap keduanya yaitu terkait dengan pemotongan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) guru untuk keperluan pembangunan gedung PGRI dan untuk HUT PGRI yang akan digunakan untuk kegiatan perlombaan. “Itu sudah biasa, ternyata mungkin di antara sekian guru ada yang tidak setuju dan lapor ke saber pungli yang kemudian ada penangkapan. Informasinya  ketua dan bendaharanya masih ditahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Dindikbud Kabupaten Serang tidak ikut-ikutan dan tidak tahu menahu terkait adanya iuran tersebut, karena hal tersebut urusan organisasi PGRI. “Infonya untuk besaran sumbangannya untuk HUT PGRI golongan II Rp50 ribu, golongan III Rp100 ribu, dan golongan IV Rp120 ribu. Sedangkan untuk bangunan gedung PGRI golongan II Rp50 ribu, golongan III Rp75 ribu, dan golongan IV Rp100 ribu. Sudah lama iurannya karena lagi membangun,” tuturnya.

Adapun kronologisnya yaitu pada Kamis sore TPP dibagikan oleh Dindikbud dan ditransfer ke rekening-rekening UPTD Pendidikan. Setelah itu oleh UPTD diambil ke Bank BJB dan dibagikan kepada para penerima dan langsung dipotong oleh bendahara PGRI. Namun pada sore harinya Satgas saber pungli mendatangi rumah bendahara dan langsung menelopon ketua PGRI dan ketua UPTD. Setelah itu ketiganya di bawah ke Polres Serang.

“Ketua UPTD malamnya langsung disuruh pulang. Untuk anggota PGRI Kecamatan Kopo golongan II ada 11 orang, golongan III ada 97 orang, dan golongan IV ada 41 orang. Iuran itu katanya hasil musyawarah bersama. Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Kami juga sudah mengingatkan agar hati-hati dan agar dimusyawarahkan kalau ada iuran apapun bentuknya,” katanya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Serang Muhtadi mengaku belum dapat mengambil sikap apapun terkait dengan penangkapan anak buahnya tersebut. “Saya sakit kang, lagi kurang sehat. Saya belum bisa ngomong apa-apa, gimana lagi berobat gini. Infonya belum jelas juga. Saya lagi sakit ngapain saya ikut campur, nanti ngomong A salah, ngomong B salah. Kalau saya sudah sembuh nanti akan berbicara,” kata pria yang akrab disapa Toni itu. (tanjung)





Beri komentar


Security code
Refresh