Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Gelar Festival Hanya Bermodalkan Hubungan Baik dan Kepercayaan


KOTA SERANG - Mental "tak ada anggaran tak ada kegiatan" harus disingkirkan dari benak para aparatur sipil negara. Karena kegiatan sesungguhnya bisa terwujud tanpa APBN atau APBD sekalipun.

Kepala Seksi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Evie Shofiyah Usman tak menyangka kegiatan Festival Permainan Tradisional yang digagasnya bisa terlaksana tanpa bantuan APBN bahkan APBD Kota Serang. Dilaksanakan di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, kegiatan yang didanai secara mandiri itu didukung oleh sekitar 78 sponsor, mulai unsur pemerintah dan swasta.

Dari unsur pemerintah misalnya ada wali kota, wakil wali kota, sekda, Bappeda, ekbang, dan Kepala UPT Kecamatan Walantaka, terutama dalam menyiapkan sekokah-sekolah yang direkomendasikan. Bantuan juga datang dari swasta misalkan Bank BJB, para akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, bahkan media massa.

"Waktu itu buat festival permainan tradisional tingkat kecamatan yang biayanya tidak dari APBD dan APBN tapi mandiri. Sehingga kegiatan bisa berjalan," kata Evie saat ditemui usai gladi bersih Tapak Karuhun Banten di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu (12/11).

Atas kegiatan itu ia menyabet juara 2 Proyek Perubahan Diklat Pim 4 tingkat Provinsi Banten dengan judul Pelestarian Nilai Budaya Melalui Jembatan Persahabatan Dalam Bentuk Festival Permainan Tradiisonal 2016.

Tahun ini pun Evie mendapatkan juara 1 lomba kompetensi dan inovasi tingkat Provinsi Banten 2017. Kegiatan yang digagasanya dahulu secara mandiri kemudian berhasil masuk dalam DPA Kota Serang dan akan digelar pada 30 November mendatang.

Ia bersyukur kegiatan fertival permainan tradisional tersebut dapat sukses ketika digelar secara mandiri dan sekarang dapat kembali digelar dengan menggunakan APBD Kota Serang. Kemudian untuk jangka panjang ia berharap festival ini masuk dalam kegiatan di tahun 2018 mendatang. "Mudah-mudahan di 2018 bisa masuk APBD dan terlaksana. Sehingga kegiatan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang festival ini berjalan semua," ujarnya.

Evie mengungkapkan bahwa salah satu rahasia dalam membuat kegiatan tanpa bantuan APBN dan APBD adalah dengan membangun komunikasi dan bergaul. Evie sendiri bergaul dengan banyak kalangan bahkan ia masuk ke dalam beberapa organisasi.

Setelah terjalin komunikasi yang harus dilakukan adalah memberikan yang terbaik bila diminta oleh orang lain. Kepercayaan kepada orang lain perlu dijaga karena orang tidak akan lagi percaya bila kita mengecewakan.“Kalau kita bisa tanggung jawab dengan amanah yang dibebankan ke kita dan semua terlaksana dan berjalan dengan baik maka orang juga akan peraya pada kita,” ujarnya.

Menurutnya membangum persahabatan sangat mudah bila kita mau saling membantu. Maka dengan adanya hubungan yang baik semacam itu seluruh pihak akan dengan suka rela mendukung bila kita memiliki kegiatan, salah satunya kegiatan yang dimiliki Evie, yaitu proyek perubahan yang ia buat. Seluruh anggaran yang disumbangkan para donator menurutnya bila diuangkan akan mencapai Rp 65 juta.
“Baraya TV juga gratis pas ngeliput. Koran Banten Raya juga dan beberapa media online,” tuturnya.

Evie mengungkapkan bahwa festival permainan tradisional digelar bukan hanya untuk melestarikan tradisi juga dapat membentuk karakter dan moral anak. Dengan bermain bersama-sama maka akan melatih anak untuk tidak menjadi manusia individualistik. Juga dapat mencerdaskan emosi, melatih sportivitas, disiplin, bahagia, ceria, dan terampil berbahasa. Permainan tradisional juga mengajarkan kejujuran dan simpati kepada sesama.

“Kalau ada temannya yang jatuh kan mereka saling menolong. Sekarang banyak anak yang tidak mengenal dunia anak,” ujar peraih juara stand terbaik 2 dan 3 Stand Inovasi Proyek Perubahan Provinsi Banten tahun 2017. (MUHAMAD TOHIR)


Beri komentar


Security code
Refresh