Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Pemkot Pilih Setop Go-Jek


SERANG - Pemerintah Kota Serang akhirnya memutuskan akan menutup sementara Go-Jek setelah manajemen ojek berbasis aplikasi itu tidak memenuhi undangan Pemerintah Kota Serang yang akan memediasi ojek pangkalan dan Go-Jek. Penutupan akan terus dilakukan bila manajemen Go-Jek tidak juga mau datang untuk melakukan mediasi.

Sekda Kota Serang Tubagus Urip Henus mengatakan bahwa Pemerintah Kota Serang sudah berusaha menjembatani konflik antara Go-Jek dan ojek pangkalan dengan menginisiasi mediasi antara ojek pangkalan dengan Go-Jek.

Namun manajemen Go-Jek tidak hadir dan tidak menjelaskan alasan mengapa mereka tidak datang. Sementara para pengemudi ojek pangkalan terus mendesak Pemerintah Kota Serang agar bersikap tegas pada manajemen Go-Jek yang dinilai tidak menghargai Pemerintah Kota Serang.

“Kalau tidak dibuat keputusan maka akan berbahaya dampaknya. Maka kami akan menutup sementara Go-Jek sampai mereka mau duduk bareng dengan Pemkot dan ojek pangkalan,” kata Urip usai menemui ratusan pengemudi ojek pangkalan yang menggelar aksi damai di depan Puspemkot Serang, Senin (13/11).

Urip menyatakan bahwa Pemerintah Kota Serang akan langsung melayangkan surat yang ditujukan kepada manajemen Go-Jek. Sementara penutupan Go-Jek akan dilakukan pada hari ini atau esok. Keputusan menutup sementara Go-Jek semata-mata untuk meredam masyarakat, khususnya pengemudi ojek pangkalan, agar tidak melakukan tindakan anarki.“Makanya harusnya duduk bareng membahas masalah ini mangga maunya gimana,” katanya.

Asda I Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan bahwa dengan keputusan Pemerintah Kota Serang yang menutup sementara ia meminta agar pengemudi ojek pangkalan tidak bertindak anarki, misalkan dengan melakukan persekusi kepada pengemudi Go-Jek. Apalagi menjaga keamanan bukan hanya kewajiban aparatur pemerintah melainkan juga warga, bahkan pengemudi ojek pangkalan.
“Jangan sampai ada persekusi. Itu sudah kita sampaikan kepada ojek pangkalan,” ujarnya.

Nanang menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah adalah untuk mengatur kepentingan umum. Bila kemudian manajemen Go-Jek tidak mau diatur, maka sulit menyelesaikan masalah ini. Sementara pengemudi ojek pangkalan sejak awal sudah kooperatif dan banyak mengalah guna menyelesaikan masalah ini.

Amru, perwakilan ojek pangkalan, mengaku bersyukur Pemerintah Kota Serang akhirnya mampu bersikap tegas dengan akan menutup Go-Jek. Hal ini berarti pemerintah daerah mau mendengarkan aspirasi masyarakat kelas bawah. “Alhamdulillah pemkot sudah mau mengikuti aspirasi kita,” ujarnya.

Amru mengatakan bahwa sejak semula para pengemudi ojek pangkalan sudah bersedia duduk bersama manajemen Go-Jek dan Pemerintah Kota Serang guna mendiskusikan jalan keluar dari konflik antara ojek pangkalan dan Go-Jek ini.
Namun upaya tersebut selalu gagal karena manajemen Go-Jek tidak hadir dalam media tersebut. “Mudah-mudahan dengan ini manajemen Go-Jek bisa datang supaya tidak ada lagi gesekan antara ojek pangkalan dan Go-Jek,” ujarnya.

Peneliti Banten Institute for Regional Development Boyke Pribadi mengusulkan Pemkot Serang membuat aplikasi serupa yang dikelola BUMD untuk menampung ojek pangkalan. Hal ini menurut Boyke harus dilakukan karena sulit membendung kemajuan teknologi yang memudahkan manusia. Karena itu pemkot harus arif bijaksana mengambil kebijakan yang menguntungkan semua pihak. "Jangan sampai kekisruhan ini dimanfaatkan dalam rangka menggalang dukungan untuk pilkada," katanya.

Ia mengatakan, karena ojek online dikelola secara modern dengan memanfaatkan aplikasi yang dapat dengan akurat menghitung jarak dan dapat dipantau keberadaan lokasinya melalui GPS, maka konsumen merasa aman dan nyaman dengan kepastian tarif yang diberlakukan sehingga dirasakan sangat murah.
Terlebih ojek online memberikan banyak layanan seperti go food untuk pembelian makanan atau go send untuk mengirim barang bagaikan kurir pribadi. "Jadi sebenarnya konsumen sangat dimanjakan dengan berbagai kemudahan tersebut," katanya.

Hal inilah yang tidak bisa dipenuhi oleh ojek pangkalan sehingga dengan keterbatasan tersebut menimbulkan  ketidak nyamanan bagi ojek pangkalan karena tidak sedikit konsumennya berpindah ke ojek online. Ia menyatakan bahwa sebenarnya bisa saja ojek pangkalan mendaftar ke ojek online seperti ojek pangkalan yang berada di pangkala Ciracas.

Masalahnya banyak ojek pangkalan yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat seperti SIM dan STNK serta motornya sudah berumur sehingga tidak dapat memenuhi persyaratan pengelola ojek online.  "Dalam kondisi seperti ini pemerintah dapat membantu ojek pangkalan untuk memenuhi persyaratan menjadi ojek online," katanya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh