Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Subadri Ditenggat 30 November


SERANG – Setelah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Senin (13/11) malam lalu Subadri Usuludin diminta segera mencari pendamping untuk maju di Pilkada Kota Serang. Subadri juga diminta melengkapi jumlah kursi agar dapat mencalonkan diri.

Ketua DPC PPP Kota Serang Uhen Zuhaeni mengatakan bahwa pemberian rekomendasi kepada Subadri membuktikan keseriusan PPP mendukung Subadri. Hal ini juga menjawab keragu-raguan beberapa pihak kepada sikap PPP terhadap Subadri. Meski demikian setelah turunnya rekomendasi tidak ada lagi waktu bersantai karena perahu koalisi belum aman.

“Pak Subadri harus secepatnya mencari pendamping dan melengkapi koalisi partai,” kata Uhen, Selasa (14/). Diketahui PPP hanya memiliki 3 kursi di DPRD Kota Serang. Sementara untuk bisa mengusung pasangan calon di Pilkada Kota Serang tahun 2018 minimal harus ada 9 kursi.

Uhen menyatakan bahwa Subadri memiliki kriteria yang dipersyaratkan oleh PPP, di antaranya memiliki integritas dan dekat dengan ulama. Karena itu PPP mendukung sepenuhnya Subadri. Dengan telah jelasnya dukungan ini maka tidak ada lagi alasan meragukan dukungan PPP dan karena itu langkah selanjutnya tinggal kerja keras oleh Subadri untuk mewujudkan cita-citanya maju di Pilkada Kota Serang.
“Pak Subadri harus kerja keras untuk ini,” ujar anggota DPRD Kota Serang ini.

Ketua DPW PPP Banten Agus Setiawan mengatakan mengatakan bahwa Subadri diberi waktu sampai 30 November guna mencari pasangan dan melengkapi jumlah kursi. Ia mengatakan bahwa dengan semakin mepetnya waktu pendaftaran, maka Subadri diminta segera mencari pasangan dan melengkapi jumlah kursi.

Selain kedua hal itu, Subadri juga diminta menyanggupi kerja-kerja kemenangan dan sanggup menjalankan program PPP. "Karena waktu pendaftaran di KPU sudah mepet, maka kami berikan waktu kepada Pak Badri sampai 30 November memenuhi empat syarat tersebut," ujar Agus.

Dihubungi terpisah, Subadri Uusludin mengatakan bahwa setelah mendapatkan surat tugas dari DPP PPP ia langsung membangun koalisi dengan partai politik lain sesuai dengan instruksi dalam surat tugas tersebut. Sejauh ini partai yang intens berkomunikasi dengannya salah satunya adalah PKS."Prioritas pertama kami akan membangun koalisi dengan partai yang berbasis islam. Kedua partai terbuka seperti PAN dan Nasdem. Kami targetkan koalisi pekan ini selesai," katanya.

Subadri berterimakasih kepada PPP yang telah memberikannya kepercayaan untuk maju dalam Pilkada Kota Serang. Untuk itu ia mengakutidak akan menyia-nyiakan kepercayaan partai berlambang Kabah tersebut dan akan semaksimal mungkin mewujudkan koalisi agar perahu pengusungan dapat segera terbentuk.

"Saya sesegera mungkin akan membangun komunikasi dengan partai politik yang sebelumnya sudah terjalin," ujar Subadri.Bila koalisi sudah terbangun, kata Subadri, maka ia menyerahkan bakal calon wakil wali kota sebagai pendampingnya diserahkan kepada partai politik pengusung.

PDIP NGOTOT PAKETKAN BAMBANG
Sementara itu, DPD PDIP Provinsi Banten ngotot memaketkan koalisi partai dengan kadernya untuk dijadikan bakal calon walikota atau wakil walikota pada Pilkada Kota Serang 2018. Kader partai yang "dijual" adalah Ketua DPC PDIP Kota Serang Bambang Janoko.

Ketua DPD PDIP Provinsi Banten Asep Rahmatullah menegaskan bahwa pihaknya tidak mau berkoalisi jika Bambang Janoko tidak dijadikan pasangan calon, baik itu posisi calon walikota atau wakil walikota.
"PDIP sudah menunjuk Pak Bambang Janoko sebagai bakal calon (walikota atau wakil walikota), kalau ada yang (ingin) koalisi dengan PDIP, harus dengan Pak Bambang. Kalau tidak, ya tidak bisa (koalisi)," tegas Asep, Selasa (14/11).

Asep menyadari bahwa kursi PDIP di DPRD Kota Serang tak cukup syarat mengusung pasangan calon, maka harus berkoalisi dengan parpol lain. Namun Asep kukuh ingin memaketkan koalisi PDIP dengan kadernya. Diketahui, DPIP memiliki enam kursi di DPRD Kota Serang.

"Kita sudah membangun komunikasi dengan Demokrat, Nasdem, PKS, PAN, dengan Gerindra sekali pun. Hanya kita tinggal mengerucutkan saja, dan itu butuh kesamaan visi misi dalam rangka memenangkan Pilkada Kota Serang nanti," katanya.

Asep menegaskan bahwa semua nama-nama yang mencuat menjadi bakal calon masih punya kemungkinan untuk berpasangan dengan bakal calon mana saja. Sebab sampai sekarang belum ada yang secara resmi dideklarasikan sebagai pasangan calon (walikota dan wakil walikota) yang memiliki rekomendasi resmi dari parpol.

"Selama ini belum ada dukungan partai yang konkret secara legalitas. Artinya belum ada rekomendasi satu paket (satu pasangan). Yang ada saat ini baru rekomendasi per orangan untuk bakal calon. Jadi semua masih punya peluang, dan peluangnya sama.

Makanya kita terus bangun komunikasi dengan siapa pun, dan namun kita sedang menghitung-hitung kekuatannya. Bukan sebatas orang itu punya keinginan mencalonkan saja, tapi dilihat juga sejauh mana kekuatan dan dukungan dari masyarakat.Karena kita konteknya targetnya harus bisa menang," tegas Asep. (tohir/rahmat)

Beri komentar


Security code
Refresh