Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Rp1,5 Miliar dari Operasi Zebra


SERANG – Operasi Zebra Kalimaya yang digelar pada 1 hingga 14 November berdampak cukup signifikan pada pendapatan daerah. Dalam operasi tersebut Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten berhasil mengumpulkan pajak kendaraan bermotor (PKB) hingga Rp1,5 miliar.

Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sochari mengatakan, selain untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, pelaksanaan Operasi Zebra Kalimaya juga berdampak pada sektor pajak. Bahkan disebutnya, pemasukan pajak dari kegiatan tersebut cukup tinggi.

“Kita kan punya 11 UPT ya dari mulai Malingping (Kabupaten Lebak) sampai Ciputat (Kota Tangsel) dan Cikokol (Kota Tangerang). Alhamdulillah, dengan adanya operasi zebra ini kenaikan PKB sangat signifikan. Kalau kita lihat yang bayar di tempat saja itu Rp1,5 miliar,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela acara peningkatan pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Hotel Le Dian, Kota Serang, Selasa (14/11).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten itu menuturkan, pendapatan tersebut sebagian besar didapat dari PKB roda dua. Meski demikian, PKB roda empat turut berkontribusi karena walau cukup sedikit dari segi kuantitas namun memiliki nilai yang cukup besar.

“Kebanyakan roda dua, roda empatnya pun ada. Roda dua paling (PKB-nya) Rp100.000 sampai Rp200.000, bisa langsung bayar di tempat. Kalau roda empat ini mereka kadang-kadang enggak bawa duit jadi ada surat perjanjian, 1 hari laksanakan bayar di UPT atau Samsat,” katanya.

Dengan perolehan tersebut, kata dia, kini realisasi PKB sudah ada pada posisi 88 persen dari target   di 2017 senilai Rp2,051 triliun. “88 persen per hari ini (kemarin-red). Masih punya waktu sampai akhir Desember, insya allah tercapai dan mudah-mudahan lebih. Di Banten ada 4,9 juta kendaraan dan hingga kini 1,7 juta diantaranya masih menunggak,” ungkapnya.

Opar mengimbau, agar wajib pajak bisa taat pada kewajibannya membayar PKB. Sebab, surat kendaraan tidak dinyatakan sah bila tidak membayar pajak. Selain itu dia juga meminta kepada wajib pajak yang telah memindahtangankan kendaraan bermotornya untuk melapor. Sebab, jika tidak maka beban pajak masih dikenakan pada pemilik kendaraan sebelumnya.  

“Masyarakat sadar pajak, karena sekarang itu kelengkapan kendaraan di UU nomor 22 (tahun 2009) itu ada pada pasal 70 bahwa apabila belum membayar pajak berarti belum sah. Kelemahan wajib pajak itu kalau punya motor 3, 1 motor itu sudah pindah tangan tapi tidak lapor,” ujarnya.

Agar perolehan PKB bisa lebih maksimal, Bapenda pun tetap akan menggelar razia PKB di luar Operasi Zebra Kalimaya. Lebih lanjut kata dia, untuk pemetaan pajak Bapenda juga telah menandatangi nota kesepahaman dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten.

“Jangan kira sudah selesai Operasi Zebra Kalimaya ya sudah. Kami tetap akan menggelar upaya agar pendapatan PKB bisa maksimal. Kami juga sudah MoU dengan DP3AKKB, jadi soal pajak juga nanti akan terintegrasi dengan NIK (nomor induk kependudukan). Itu untuk mempermudah penggalian pajaknya,” tuturnya.

Sekda Provinsi Banten Ranta Soeharta mengapresiasi upaya Bapenda dalam menggali potensi pajak daerah. Diberharap, MoU tersebut bukan sedakar hitam di atas putih namun bisa benar-benar berjalan sesuai harapan.  “Kalau sudah dimulai harus dijalankan dengan baik,” pungkasnya.

Terpisah, pada hari terakhir Operasi Zebra, seorang pengendara Xenia A 1424 FB di Pandeglang nekat menerobos barikade petugas yang menggelar operasi di Kampung Sabi, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Selasa (14/11). Awalnya, aparat kepolisian dibantu petugas Dinas Perhubungan menghentikan pengemudi Xenia untuk menepikan mobilnya di bahu jalan. Tiba-tiba pengemudi tancap gas.

Dalam insiden ini terjadi kejar-kejaran, karena pengemudi terus menjalankan mobilnya yang melaju dari arah jalan Rangkasbitung menuju Pandeglang. Untungnya, tidak ada yang cedera karena pengendara dapat diberhentikan untuk diamankan.

Kanit Turjawali Satlantas Pandeglang Ipda Dadan mengatakan, pengemudi nekat menerobos karena tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan STNK-nya hilang. “Akan kita proses lebih lanjut, kendaraannya juga kita amankan,” kata Dadan.

Selain adanya kendaraan yang menerobos, dalam operasi Zebra Kalimaya juga, kepolisian Pandeglang berhasil mengamankan satu orang terduga spesialis pencurian sepeda motor (curanmor). “Ketika kami berhentikan pengendara sepeda motor ini menghindar. Setelah digeledah, ternyata dia membawa kunci leter T. Setelah diinterogasi, kendaraan yang dia bawa, hasil curian dari wilayah Serang, dan kami serahkan langsung ke reskrim,” katanya.

Ia menjelaskan, dari hasil operasi yang dilakukan, kesadaran masyarakat dalam taat berlalu lintas masih rendah. Sejak tanggal 1 hingga 14 November pihaknya telah memberikan surat tilang kepada 1.400 kendaraan, dengan jenis pelanggaran tidak memiliki SIM. “Kalau kita bandingkan dengan tahun 2016 ada kenaikan, karena tahun lalu tercatat sekitar 1.368. Dengan barang bukti berupa SIM, STNK dan beberapa kendaraan roda empat dan dua,” jelasnya.

Di Cilegon, hingga hari terakhir Operasi Zebra Kalimaya 2017, polisi mencatat ada 2.700 pelanggaran lalu lintas. Dari jumlah itu, pelanggaran terbanyak didominasi oleh pengendara roda dua. (dewa/yanadi/darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh