Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Pegawai Honda Auto Serang Demo


SERANG - Puluhan sales dan supervisor yang tergabung dalam Ikatan Karyawan Honda Auto Serang (IKHAS) melakukan aksi unjuk rasa terkait kebijakan pemberian insentif yang dinilai merugikan di diler Honda Auto Serang di Jalan Raya Cilegon Nomor 517, Drangong, Taktakan, Kota Serang, Selasa (14/11).

Demo dilatarbelakangi oleh kebijakan perusahaan yang dinilai tidak memedulikan kesejahteraan dan hak-hak pegawai Honda Auto Serang. Para pengunjuk rasa juga menuntut Manager Keuangan Keuangan HAS Fung Jen mundur dari jabatannya. Alasannya, Fung Jen terlalu otoriter kepada sales. Padahal, sales adalah menjadi tulang punggung penjualan Honda di Banten.

Fung Jen juga dituding tidak memberikan kenyamanan serta budaya kerja kerja yang baik di HAS. “Kami menuntut Fung Jen mundur dari jabatannya!! Kalau Fung Jen tidak mundur kita semua (pegawai) yang akan mundur,” kata koordinator pengunjukrasa Endang Solihat. Unjuk rasa berjalan tertib dan mendapat pengawalan ketat dari puluhan petugas Polres Serang Kota.

Massa yang semula hanya melakukan orasi di halaman diler merangsek ke dalam kantor dan meminta pemilik perusahaan menemui para pendemo. Setelah berorasi sekitar hampir satu  jam, seluruh peserta aksi diterima Manajer Operasional HAS. Eko Kunwinso. Audiensi berjalan cukup alot sekitar satu jam.

Massa mengancam, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka akan melakukan unjuk rasa kembali, berhenti berjualan dan juga berhenti secara masal dari HAS.Pada kesempatan aksi tersebut, tidak hanya dari sales executive, jajaran sales supervisor HAS juga mendukung tuntutan massa dan mengancam bakal turut hengkang bekerja di HAS, jika tuntutan massa tidak dipenuhi.

Sejumlah pengunjuk rasa menangis ketika mengungkapkan perlakuan perusahaan yang tidak manusiawi. Kita sepakat mengikuti komitmen seluruh kawan-kawan sales, kalau kita itu bersatu. Jika tidak ada kata sepakat (tuntutan tidak dipenuhi-red) saya pun ikut mengundurkan diri,” kata Supervisor HAS Adji Gumay saat memberikan pernyataan sikap di hadapan puluhan sales dan pimpinan HAS.

Adji juga mengungkapkan, sebagai garda terdepan dalam menjual produk Honda, seharusnya sales mendapatkan perhatian lebih dari perusahaan.“Bagaimana susahnya kita mencari satu DO (delivery order), sampai harus meninggalkan anak istri sampai malam hari. Bahkan harus bertarung nyawa untuk kemajuan HAS. Tetapi kita diabaikan (kurang diperhatikan-red),” ungkapnya.

Manajer Operasional HAS Eko Kunwinsono mengaku sudah memenuhi kewajiban perusahaan terhadap yang menjadi tuntutan aksi massa. “Kalau sudah lama (mengeluh tidak sejahtera-red), kenapa mereka tidak keluar (dari dahulu),” katanya.Terkait tuntutan aksi massa, Eko mengaku belum bisa memberikan jawaban kepada massa. “Keputusannya besok. Pukul 10.00 WIB kita ketemu di sini (diler),” katanya. (ismet)

Beri komentar


Security code
Refresh