Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 97 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 68 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 91 | Komentar

Baca


Bandar Sabu Jaringan Jakarta Ditangkap


LEBAK- Satuan Reserse Narkoba Polres Lebak menangkap ES (38), dan HPY (23), bandar shabu yang beroperasi di Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Rangkasbitung, Selasa (10/10).  Dari tangan para pelaku, berhasil diamankan 14 bungkus plastik berisi sabu kristal putih siap edar, kemudian dua buah unit handphone dan uang tunai sebesar Rp350.000.

“Kedua tersangka ditangkap karena telah memiliki, menyimpan, menguasai dan menjual narkotika golongan 1 jenis shabu. Untuk lokasi penangkapan dilakukan di dua tempat berbeda,” kata Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto saat gelar ekspose penangkapan bandar shabu di kantor Polres Lebak, Kamis (16/11).

Menurut Kapolres, ES adalah yang pertama kali ditangkap pada hari Selasa, 10 Oktober 2017 sekitar pukul 22.30 di pinggir jalan raya Cipanas tepatnya di Kampung Gunung Tiris, Desa Jami Demang, Kecamatan Cipanas. Anggota Satres Narkoba menemukan barang bukti berupa satu bungkus shabu.

“Selanjutnya dilakukan pengembangan dan menangkap tersangka HPY. Dari tangan tersangka kedua berhasil disita barang bukti 13 bungkus paket shabu siap edar, uang Rp350 ribu diduga dari hasil transaksi jual beli  dan satu unit handphone,” katanya.

Untuk pengembangan lebih lanjut, Kapolres mengatakan, para tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor Satnarkoba Polres Lebak. “Dari hasil pemeriksaan tersangka merupakan bandar  yang mendapatkan suplai dari bandar jaringan Jakarta. Oleh para tersangka barang haram tersebut di edarkan  di wilayah Kabupaten Lebak,” katanya.

Kedua pelaku terbukti melakukan tindak pidana tapa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan atau menjual atau menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan 1 jenis sabu. “Mereka kita kenakan pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat 1, huruf (a) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Kita akan kembangkan terus  kasus ini dan memburu pemasoknya karena Polres Lebak siap perangi narkoba yang menjadi perusak generasi penerus bangsa,” katanya.

HPY, salah satu tersangka mengaku baru lima bulan menjadi bandar. "Untuk sabu sendiri saya tidak beli tetapi mendapatkan suplai kiriman dari Jakarta lalu dipasarkan di Rangkasbitung dengan per paket dijual Rp350 ribu. Dari hasil penjualan satu paket dapat untung Rp 100 ribu jadi untuk per paket dari sananya Rp250 ribu,” katanya. (purnama)

Beri komentar


Security code
Refresh