Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 243 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 698 | Komentar

Baca


Proyek Waduk Sindang Heula Jangan Molor Lagi


SERANG – DPRD Provinsi Banten meminta Pemprov Banten agar proses pembebasan lahan Waduk Sindang Heula di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang tidak kembali molor. Oleh karenanya, pemprov diminta untuk melakukan perencanaan yang benar-benar matang.

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Banten Najib Hamas mengatakan, tidak ada kata lain baginya selain alokasi dana pembebasan lahan Waduk Sindang Heula terserap di 2018. Jika gagal, maka itu akan berdampak pada proses pembangunan fisiknya.

“Alokasi pengadaan lahan tersebut harus bisa terserap di 2018, agar tidak mengganggu progres pelaksanaan konstruksi. Sebab, lokasi (yang belum dibebaskan) tersebut posisinya di lokasi inti konstruksi utama,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (5/11).

Mantan anggota DPRD Kabupaten Serang itu menuturkan, meski ada target pembabasan lahan harus selesai di 2018 namun pemprov juga harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Hal tersebut dilakukan agar tidak menjadi polemik di kemudian hari. “Oh iya tentu, mekanismenya harus tetap mengacu kepada norma aturan yang berlaku,” katanya.

Disinggung soal SK penetapan lokasi (penlok) yang habis dan menghambat proses pembebasan lahan, dia mengaku hal itu sudah disampaikan Komisi IV ke pemprov. “Saat Komisi (IV) inspeksi ke lapangan beberapa waktu yang lalu, masalah pembaruan SK sudah disampaikan. Segera dievaluasi agar tidak mengganggu pembebasan lahan,” ungkapnya.

Agar proses pembebasan lahan bisa termonitor, Komisi IV akan menggelar evaluasi secara rutin dengan pemangku kepentingan terkait. “Evlauasi dan rakor dengan pihak-pihak terkait mengena schedule progres project (progres pelaksanaan proyek) terhadap rencana pengadaan lahan tersebut,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Penyelesaian proyek pembangunan Waduk Sindang Heula diragukan akan selesai tepat waktu. Sebab, proses pembebasan lahan untuk proyek yang digadang bakal beroperasi di 2019 itu belum juga tuntas.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Banten Hudaya Latuconsina mengatakan, berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, progress pembangunan waduk masih berkutat pada urusan pembebasan lahan.

Mantan Penjabat Sementara Bupati Serang itu menuturkan,Lantaran masih berkutat pada pembebasan lahan, maka menimbulkan keraguan proyek tersebut tidak akan selesai tepat waktu.“2018 harus selesai, makannya ada semacam keragukan kalau lahannya sendiri belum tuntas. Karena fisik sepenuhnya oleh (Kementerian) PUPR. (Pembasan lahan) harus selesai, kalau tidak selesai berarti nambah waktu pengerjaan. Sayang lah, biar lebih cepat, itu target 2019 harus sudah operasi,” katanya. (dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh