Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 100 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 92 | Komentar

Baca


Kualitas Udara Kota Serang Makin Buruk


SERANG - Kementerian Lingkungan Hidup RI menilai kualitas udara di Kota Serang sejak tahun 2015 semakin memburuk. Penilaian ini berdasarkan evaluasi kualitas udara perkotaan dengan menggunakan traffic counting.

Konsultan Kementerian Lingkungan Hidup RI Gunaryanto mengatakan bahwa selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2011 Kota Serang mendapatkan penghargaan program Langit Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang mampu meningkatkan kualitas udara perkotaan. Namun sejak tahun 2015 udara Kota Serang semakin memburuk. “Setelah tahun 2014 ada peningkatan drastis polusi udara di Kota Serang,” kata Gunaryanto di sela uji emisi yang digelar Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kota Serang di Kota Serang Baru, Selasa (5/12).

Gunaryanto menyatakan bahwa traffic counting adalah penghitungan kerapatan dan kecepatan kendaraan. Dengan penghitungan ini akan diketahui apakah udara di suatu daerah buruk atau baik. Ia memberi ilustrasi semakin lama kendaraan dalam keadaan hidup tetapi lama diam maka udara akan buruk karena gas buang yang keluar dari kendaraan akan semakin banyak. “Idealnya kecepatan kendaraan minimal 40 kilometer per jam,” katanya.

Sementara di Kota Serang kendaraan banyak yang diam saat di jalan karena banyaknya traffic light dan u-turn. Kondisi ini semakin memburuk karena jumlah kendaraan semakin bertambah dari tahun ke tahun. Karena itulah tingkat pencemaran kota secara rata-rata di Indonesia menunjukkan angka yang semakin meningkat, termasuk Kota Serang. Meski demikian saat ditanya apakah tingkat pencemaran udara di Kota Serang merupakan yang terburuk di Indonesia, Gunaryanto mengatakan tidak. “Kalau kota mana yang udaranya terburuk saya nggak hafal dan harus lihat data,” tuturnya.

Untuk mengurangi pencemaran udara, kata Gunaryanto, pemerintah daerah diharapkan membuat beberapa program yang bisa mengurangi jumlah polusi udara. Ia mencontohkan program yang bisa dilakukan adalah membatasi jumlah kendaraan masuk ke kota, misalkan dengan memberlakukan ganjil genap atau hari bebas kendaraan (car free day). “Car free day cukup memberi kontribusi pada pengurangan pencemaran udara,” ujarnya.

Kepala Seksi Pencemaran Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kota Serang Murtafiah mengatakan bahwa semakin buruknya kualitas udara yang ditandai dengan semakin meningkatnya CO2. Hal ini disebabkan karena semakin banyaknya jumlah kendaraan yang ada di Kota Serang. Karena itu dengan adanya program ini diharapkan dapat mengurangi CO2.
"Mudah-mudahan juga ini bisa meningkatkan kualitas udara di Kota Serang," katanya.

Ia menyatakan bahwa selama ini Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kota Serang sudah menciptakan sejumlah program untuk mengurangi buruknya kualitas udara di Kota Serang. Salah satunya adalah dengan menggelar car free day setiap bulan. Sementara dalam pengujian emisi ini ia menargetkan akan ada 1.000-1.500 kendaraan yang bisa diuji emisinya. "Insya allah dalam tiga hari targetnya akan tercapai," ujarnya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh