Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 243 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 698 | Komentar

Baca


Surplus Energi untuk Warga yang Membutuhkan


SERANG- Pasokan listrik di wilayah Banten mencapai 5.063 megawatt (MW) dengan total pemakaian 3.496 MW. Dengan demikian, pasokan listrik di wilayah ini surplus sebesar 1.567 MW. Kelebihan itu pun akan digunakan Pemprov Banten untuk KK yang belum teraliri listrik melalui program listrik masuk desa (prolisdes).

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pengentasan KK yang belum teraliri listrik sudah dilakukan pembahasan yang cukup komprehensif. Bahkan pemprov juga telah menargetkan masalah itu sudah bisa tuntas selama 3 tahun ke depan.“Kami sudah programkan 150.000 (prolisdes), kan sudah itu. Kami jadwalkan 3 tahun selesai,” ujar pria yang akrab disapa WH ini.

Mantan Walikota Tangerang 2 periode itu menuturkan, agar program itu bisa berjalan sesuai target, dia juga sudah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk selalu mengawalnya. Bahkan WH sempat memberi tantangan agar target dipercepat dari 3 menjadi 1 tahun.

“Sudah saya arahkan (ke OPD terkait_red), setiap tahun berapa? Dananya berapa? Saya bilang selesaikan 3 tahun paling lambat, kalau bisa 2 tahun. Malah saya tantang 1 tahun selesai nggak? Tapi mereka bilang perlu dikaji dulu,” katanya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten Eko Palmadi mengatakan, dari total pasokan listrik 5.063 MW itu, PT PLN Distribusi Banten memberikan pasokan listrik kepada industri berat sebanyak 70 Mega Volt Ampere (MVA).

”Di Banten ini ternyata listriknya surplus. Artinya, kesiapan PLN menyuplai listrik menjadi keunggulan bagi investasi di Banten. Tetapi, kami ingin masyarakat Banten juga bisa menikmati pasokan listrik. Sebab, masih ada masyarakat di Banten yang tinggal di dusundusun belum mendapatkan pasokan listrik,” ungkapnya.

Berdasarkan pengesahan APBD 2018, kata dia, telah teranggarkan dana Rp13 miliar, ditambah dari dana alokasi khusus (DAK) Rp5 miliar."Jadi kalau dana dari APBD Banten itu akan dibangun 9.900 SS (satuan sambungan) untuk instalasi lisdes, sedangkan dana dari pemerintah pusat berupa DAK Rp5 miliar untuk membangun energi terbarukan bagi 100 SS, Jadi totalnya lisdes yang sudah teranggarkan 10.000 SS," katanya.

Ia menjelaskan, untuk lisdes yang bersumber dari APBD Banten nantinya akan diberikan kepada rumah tangga sasaran (RTS) yang telah dirilis oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dari pemerintah pusat.

"Jadi kalau untuk lisdes dari APBD untuk RTS yang ada di Kabupaten/Kota Serang, Cilegon, Kabupaten Tangerang, Lebak dan. Pandeglang. Sedangkan yang dari DAK dibangun energi terbarukan itu khusus untuk 100 RTS yang ada di Pulau Tunda, Kabupaten Serang," jelasnya.

Khusus untuk lisdes Pulau Tunda, kata Eko  penggunaan energi terbarukan dari sinar matahari adalah sebagai bentuk upaya peningkatan energi. Untuk pemasanganya sendiri lanjut Eko, diperkirakan dilakukan pada Januari atau Februari 2018.

"Kalau yang untuk lisdes 9.900 SS itu kita tenderkan, menentukan pihak ketiga yang akan memasang intalasi listrinya dirumah-rumah. Sedangkan yang energi terbarukan, kita beli alatnya melalui proses lelang juga. Nanti pengelolaannya kita serahterimakan ketika sudah bisa beroperasi,” pungkasnya. (adv)

Beri komentar


Security code
Refresh