Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 243 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 698 | Komentar

Baca


Kejati Geledah RSUD Banten


SERANG – Penyidik Pidana Khusus (pidsus) Kejati Banten menggeledah ruang direksi RSUD Banten, Rabu (6/12). Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti pengadaan genset RSUD Banten tahun 2015 senilai Rp2,2 miliar.

Pantauan Banten Raya, penggeledahan dilakukan sekitar pukul 10.20 WIB oleh empat penyidik yang  dipimpin oleh Kepala Seksi Penyidik Kejati Banten Wahyudi Eko. Tanpa basa-basi mereka langsung menuju ruang direksi RSUD Banten yang berada di lantai tiga gedung rumah sakit.

Penggeledahan sendiri sempat terhenti lantaran penyidik menunaikan salat zuhur terlebih dahulu di Masjid RSUD Banten. Seusai salat, penyidik tak lantas melanjutkan penggeledahan namun terlebih dahulu memeriksa genset yang berada di sisi kiri gedung RSUD Banten. Saat proses pemeriksaan, penyidik didampingi pihak RSUD Banten.

Tak lama, penyidik kembali ke ruang direksi melanjutkan penggeledahan. Barulah, sekitar pukul 14.15 WIB penggeledahan rampung. Ada beberapa berkas yang disita penyidik terkait lelang pengadaan genset.
“Yang disita dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengadaan genset tahun 2015. Mengenai detail barang bukti tidak bisa saya sebutkan karena ini masih proses penyidikan awal dan bersifat umum,” ujar Holil Hadi, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Banten.

Ia menuturkan, selain menggeledah RSUD Banten mereka juga melakukan hal serupa ke kantor CV Megah Teknik di Jalan Palima, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Penggeledahan dilakukan karena perusahaan tersebut merupakan penyedia jasa pengadaan genset. “Sama (yang disita) dokumen terkait pengadaan,” katanya.

Penyitaan barang bukti, kata dia, untuk melengkapi barang bukti penyidikan. Jika terdapat barang bukti lain yang diperlukan maka penyidik akan melakukan penggeledahan kembali. “Tergantung, kalau ada yang belum diamankan tentu akan dilakukan kembali (penggeledahan),” ungkap.

Selama proses penyidikan, penyidik telah memeriksa sekitar 15 orang saksi yang berasal dari pihak penyedia jasa dan pihak RSUD Banten. Kemudian penyidik juga telah memeriksa Direktur RSUD Banten non aktif Dwi Hesti Hendarti di Kejati Banten pada Selasa (21/11).“Ada beberapa saksi yang belum kita periksa. Semua akan kita panggil kalau itu demi kebutuhan penyidikan,” ujarnya.

Disinggung soal kerugian negara, Holil mengungkapkan terdapat temuan yang mencapai Rp500 juta. Temuan tersebut berdasarkan dari hasil audit Inspektorat Provinsi Banten. Kerugian negara tersebut diduga disebabkan oleh mark up atau kemahalan harga yang di luar standar. “Masih didalami (nilai kerugian negara),” pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus pengadaan genset yang diduga terjadi mark up ini sebelumnya diselediki oleh penyelidik Intelejen Kejati Banten. Penyelidikan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Banten dan Inspektorat Provinsi Banten.

Oleh penyelidik, perkara tersebut kemudian dilimpahkan ke penyidik pidsus melalui gelar perkara internal di Kejati Banten.Pelimpahan perkara tersebut setelah penyelidik meyakini adanya serangkaian tindak pidana. (dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh