Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Alat Keselamatan Tidak Bekerja Optimal


CILEGON - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memeriksa kelaikan kapal atau ramp check di Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni. Hasilnya, sejumlah alat keselamatan yang berada di atas kapal belum bekerja secara optimal

Rombongan Ditjen Perhubungan Darat yang dipimpin oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan Junaidi mulai melakukan pengecekan di dermaga I. Sekitar pukul 10.30, rombongan masuk ke KMP Suki 2 yang sandar dan melihat kesiapan alat-alat keselamatan yang ada. Yang menjadi sorotan diantaranya, kapal rescue boat atau sekoci penyelamat yang putarannya lambat saat diturunkan ke laut, kemudian life boat atau sekoci penolong yang gagal terbuka karena tersangkut tali.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Junaidi mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk menjamin terselenggaranya sistem keselamatan pelayaran serta mencegah terjadinya kecelakaan kapal yang kerap terjadi di perairan Indonesia.

"Secara keseluruhan, kapal-kapal sudah dilakukan pemeriksaan atau uji petik oleh KSOP Banten ada sekitar 50 kapal, tapi kami dari Direktur Perkapalan dan Kepelautan kembali melakukan ramp check. Tadi (kemarin -red) sudah bapak-bapak liat launching rescue boat, kemudian life boat untuk antisipasi apabila nanti dalam kondisi emergency, peralatan yang ada itu bisa digunakan secara maksimal," katanya.

Menurut Junaidi, dari pemeriksaan itu masih ada beberapa faktor yang harus diveluasi oleh pengusaha kapal. Diantaranya, melakukan pemeriksaan alat-alat yang ada dikapal, apakah bisa berfungsi dengan normal atau tidak.

"Kalau untuk penurunan sekitar 5 sampai 10 menit. Tapi tadi ada sekitar 20 menit, karena ada semacam gangguan di baut-baut dan gressingnya. Sehingga saat akan diluncurkan dan diangkat kembali bisa cepat dilakukan," ujarnya.

Selain kesiapan alat, Junaidi menambahkan, kru kapal harus ada pelatihan secara rutin yang dilakukan per 1 bulan atau tiga bulan sekali. "Sudah kita rekomendasikan kru-kru kapal perlu dilakukan drilling kembali, karena krunya kurang familiar. Pelatihan bisa dilakukan per tiga bulan maupun satu bulan sekali," tambahnya.

Ketua DPC Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Pelabuhan Penyeberangan Merak Togar Napitupulu mengatakan dengan adanya temuan-temuan itu, pihaknya akan segera melakukan evaluasi. "Kami mengucapkan banyak terima kasih, karena dengan begitu kami bisa mempersiapkan liburan Natal, Tahun Baru ini secara matang dan ada kesempatan untuk memperbaiki," katanya.

Menurut Togar, secara keseluruhan alat-alat keselamatan yang ada dikapal masih dalam kondisi baik. Namun temuan itu, lebih pada kesiapan kru yang kurang mengenal alat-alat tersebut. "Mungkin karena mereka (kru) mendadak dikasih tahu, jadi mereka masih kurang familiar," ujarnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh