Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Gudang Obat Pengganti Narkoba Digerebek


LEBAK – Kepolisian Polres Lebak menggerebek gudang yang diduga memproduksi obat terlarang berjenis Zenith Carnophen pengganti narkoba di Jalan Tb Hasan, Kampung Ciodeng, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Selasa (12/12) sekitar pukul 22.00 WIB.

Ketua RT setempat Wagino membenarkan adanya penggrebekan pada Selasa malam sekitar jam 22.00 WIB. Ia mengaku diajak oleh petugas saat melakukan penggerebekan. “Waktu saya datang bersama polisi, pintu gudang itu sudah digaris polisi, kemudian saya disuruh mencari alat untuk membongkar pintu gudang yang digembok, namun yang membongkar warga dengan disaksikan oleh polisi,” katanya Rabu (13/12).

Setelah terbongkar, kata Wagino, ia masuk bersama polisi dan melihat isi gudang tersebut dengan kondisi gelap hanya ada lampu senter yang dibawa petugas.“Gudang tersebut gelap hanya ada senter yang dibawa petugas. Didalamnya memang ada mesin dan banyak gentong serta kardus isinya obat yang sudah dikemas. Kemudian polisi mengamankan dua jenis obat yang satu pil yang sudah dikemas dan serbuk berwarna putih,” tuturnya.

Sementara itu, Lai, warga setempat mengatakan, tidak mengetahui bahwa ada aktivitas di eks gudang semen tersebut, lantaran gudang tersebut sudah kosong selama dua tahun silam. “Saya tidak tahu kalau ada aktivitas kembali di bekas gudang semen tersebut, memang ada orang yang pernah keluar masuk ke gudang tersebut, namun tidak sering," katanya.

Samsuri, warga yang tinggal bersebelahan dengan gudang obat tersebut mengaku tidak tahu jika disitu menjadi tempat produksi obat terlarang. "Saya juga sempat ditawarin kerja, jaga malam digaji Rp 1 juta dan beras satu karung. Tawarannya saya tolak karena sedikit curiga aja, cuman gak tahu kenapa gak mau aja," katanya.

Lebih lanjut Samsuri mengatakan, pemilik gudang sering datang menggunakan minibus Avanza dengan plat nomor B. Terakhir terlihat datang pekan lalu."Ada dua unit mobil mini bus masuk ke gudang. Masuknya di waktu sore sekitar jam 14.00 dan keluar lagi pas Isya sekitar jam 19.00-20.00, dan memang sudah kebiasaannya begitu datang siang keluar malam," katanya.

Samsuri bersyukur tidak menerima tawaran pekerjaan pemilik gudang. "Coba kalau jadi penjaga sudah pasti ikut diamankan sama polisi. Kalau  saya lihat polisi mengamankan bahan baku dan obat sudah siap edar sedangkan untuk mesin produksi masih berada di dalam," katanya.

Odod, warga lain mengatakan, polisi mulai berdatangan sekitar pukul 19.30. "Dari semenjak itu silih berganti, keluar, masuk gudang. Pas pukul 23.00 ada obat diangkut ke mobil polisi, dan saat ini gudang sudah dipasang garis polisi dan polisi stand by jagain TKP," katanya.Sementara itu, Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto belum mau memberikan keterangan. "Besok (hari ini) saya kabari. Kapolda baru mau ke TKP besok (hari ini)" katanya. (purnama)

Beri komentar


Security code
Refresh