Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Kota Serang Akhirnya Nyatakan KLB Difteri


SERANG – Pemerintah Kota Serang akhirnya mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB) pada kasus difteri. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat resmi yang ditandatangani Wali Kota Serang Tb Haerul Jaman Selasa (12/12) lalu. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Serang dr. Teja Ratri.

“Penetapan KLB sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 Tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan,” ujar Teja, Rabu (13/12).

Retno mengungkapkan bahwa pada Pasal 6 Peraturan Menteri Kesehatan disebutkan 7 kriteria mengapa sebuah daerah dapat menerapkan kasus KLB. Salah satunya adalah peningkatan kejadian kesakitan terus-menerus selama tiga kurun waktu dalam jam, hari, atau minggu berturut-turut menurut jenis penyakitnya.

“Kepala dinas kabupaten/ kota, kepala dinas kesehatan provinsi, atau menteri dapat menetapkan daerah dalam keadaan KLB apabila suatu daerah memenuhi salah satu kriteria sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa sampai saat ini terdapat 8 kasus difteri yang tercatat di Kota Serang. Dari jumlah itu terdapat satu orang meninggal dunia dan dua orang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Dradjat Prawiranegara.

Dari jumlah dua orang itu, satu orang di antaranya sudah dirawat selama 7 hari, sementara satu orang lainnya baru masuk rumah sakit Selasa (12/12) malam. “Isolasi untuk penderita difteri harus sampai 10 hari sampai sembuh. Kalau tidak dia akan menularkan penyakit ke yang lain,” katanya.

Teja menyatakan bahwa difteri menular melalui percikan air ludah ketika seorang penderita difteri bersin atau batuk. Difteri juga tidak hanya menular kepada anak-anak melainkan juga kepada orang dewasa. Di Kota Serang tercatat penderita difteri tertua berusia 42 tahun. Untuk itu pemberian vaksin tidak hanya penting diberikan kepada anak usia 1-19 tahun, melainkan juga kepada orang dewasa.

“Untuk yang dewasa vaksinnya mandiri (berbayar-red),” katanya seraya menambahkan sampai saat ini masih mencari informasi mengenai ketersediaan dan harga vaksin mandiri ke perusahaan farmasi.
Lina Rahmawati, staf pada Dinas Kesehatan Kota Serang, mengatakan bahwa pemberian vaksin divteri untuk anak usia 1-19 tahun baru dimulai pada 11 Desember lalu.

Sampai 12 Desember lalu capaian pemberian vaksin divteri baru 3,2 persen atau 4.000 anak. Sementara jumlah anak yang disasar atau ditargetkan mencapai 238.471 orang. “Kita baru mulai vaksin karena vaksinnya baru datang minggu kemarin,” ujarnya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh