Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Ngeropok Panjang Mulud Nyaris Ricuh


SERANG – Tradisi ngeropok atau ngaropok, rebutan barang-barang yang dipajang di panjang mulud saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, berakhir ricuh. Banyaknya warga yang merangsek ke panjang mulud dan kurangnya petugas yang menjaga panjang mulud membuat aksi warga tak terkendali.

Pantuan Banten Raya di lapangan awalnya pawai panjang mulud tingkat Kota Serang dari Lotte Mart di Kepandean menuju Alun-alun Barat Kota Serang berjalan tertib. Panjang mulud satu per satu yang sudah masuk ke alun-alun disatukan dengan panjang mulud lain di salah satu sudut alun-alun.

Puluhan warga yang sejak semula menanti waktu ngeropok mulai mendekati panjang namun dapat dihalau oleh petugas yang berjaga, baik anggota TNI maupun Satpol PP. Namun ketika ada beberapa warga yang memaksa merebut panjang, puluhan warga lain bergerak secara serempak mengambil barang-barang yang bisa mereka gapai dari panjang yang di dekat mereka. Rebutan barang-barang panjang pun tak bisa dihentikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan bahwa ngeropok merupakan salah satu tradisi yang ada di Kota Serang setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semula panitia sudah menyiapkan beberapa panjang untuk warga dan akan dibagikan ketika wali kota dan sejumlah ulama yang hadir selesai makan bersama. Namun karena warga tidak sabar menunggu, maka rebutan panjang pun tidak dapat dihindari.

“ Itu pun sudah bagus, menunjukkan masyarakat yang semangat luar biasa,” kata Zubaidillah di sela acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2017 Tingkat Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang, Rabu (13/12).

Zubaidillah menyatakan bahwa ngeropok selain merupakan tradisi juga upaya untuk menyatukan antara pejabat, ulama, dan masyarakat agar memiliki langkah bersama dalam membangun Kota Serang. Sementara terkait jumlah kendaraan yang ikut pawai mencapai 70 kendaraan, mulai dari OPD, kecamatan, UPT Pendidikan, sekolah, organisasi profesi, organisasi kemasyarakat dan kepemudaan, termasuk majelis taklim mewakili unsur keagamaan. “Kita juga ubah rutenya dari yang biasanya di Ciceri ke alun-alun menjadi dari Kepandean ke alun-alun sehingga warga sekitar juga menikmati pawai ini,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Serang Tb Haerul Jaman mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan setiap tahun dan merupakan agenda rutin Pemkot Serang. Selain menjaga tradisi ia berharap pejabat dan masyarakat meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.“Mari kita sama-sama mencontoh Rosulullah,” katanya.

Jaman mengatakan bahwa ngeropok adalah tradisi yang dimiliki Kota Serang. Tradisi ini menunjukkan tidak ada lagi sekat dan pembeda antara pejabat dan rakyat. Masyarakat yang tidak bisa dibendung semangatnya merupakan ekspresi mereka dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Inilah seni tradisi kita untuk saling berbagi dan bersama-sama,” tuturnya.Ia berharap ke depan ngeropok bisa lebih tertib lagi dan tidak ada yang terluka selama proses ngeropok.  (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh