Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Mendengar Kicau Burung dari Sarangnya


SERANG - Mendengar nama Pulau Burung yang tergambar adalah sebuah pulau yang dipenuhi oleh burung-burung. Mereka terbang mengepakkan sayap lalu hinggap ke dahan. Beberapa bahkan bernyanyi di dahan-dahan pepohonan.

Bila itu yang terpikirkan, maka bayangan itu tidaklah salah. Di Pulau Burung atau biasa juga disebut Pulau Dua, yang berlokasi di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dikunjungi oleh burung-burung dari Asia, Australia, bahkan Afrika. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Serang setiap bulan April sampai dengan Agustus biasanya burung-burung akan banyak yang bermigrasi ke pulau yang merupakan cagar alam tersebut.

Saat saya mengunjungi Pulau Burung beberapa waktu lalu jalan masuk menuju ke sana masih berupa tanah yang mengeras tersiram sinar mentari setelah sebelumnya diguyur hujan. Di beberapa bagian jalan itu masih basah karena sisa hujan. Menyusuri tambak-tambak ikan petani yang ditanami ikan bandeng tanpa pepohonan membuat perjalanan terasa berat. Namun panas yang menerpa mampu diredakan dengan adanya angin yang datang semilir.

Ratusan pohon bakau tampak tumbuh subur di sisi-sisi tambak. Tampak pula papan nama Wetlands dalam papan itu yang menandakan penanaman bakau dibiayai oleh lembaga pemerhati lingkungan itu. Padahal ketika pertama kali mengunjungi Pulau Burung tambak-tambak itu dibiarkan saja tak terurus dan tak ada tanaman bakau sama sekali.

Langit tampak biru dan burung-burung beterbangan di dekat awan. Perjalanan masih jauh dan berat karena selain sempit juga bila tidak hati-hati sepeda motor yang saya tumpangi bisa masuk ke dalam tambak. Namun keinginan untuk segera sampai ke Pulau Burung mengalahkan segala kekhawatiran itu.

Setelah melewati dua jembatan kecil, sampailah satau di gerbang Pulau Burung. Tampak beberapa sepeda motor telah terpakir menandakan telah ada pengunjung sebelum saya. Suara beberapa burung langsung terdengar nyaring di siang bolong itu. Tanah Pulau Burung becek terkena hujan. Di atasnya banyak terdapat lubang-lubang yang merupakan rumah kepiting. Sesekali kepiting yang menyadari kehadiran saya langsung melarikan diri dengan masuk ke dalam lubang yang mereka buat.

Indah, salah seorang pengnjung, mengatakan bahwa ia datang ke Pulau Burung untuk melihat-lihat karena penasaran dengan keberadaan burung yang ada. Pasalnay berdasarkan informasi dari internet banyak burung yang bermigrasi ke pulau ini.“Burungnya nggak cuma dari Asia tapi juga Australia,” katanya.

Indah mengaku baru pertama kali datang  ke Pulau Burung. Berdasarkan informasi dari internet dan bertanya kepada warga ia akhirnya bisa mengunjungi Pulau Burung. Menurutnya keberadaan pulau ini harus tetap dilestarikan oleh pemerintah sehingga akan tetap dapat dinikmati oleh masyarakat luas.Hari sudah menjelang sore dan saya melangkah pulang. Tapi dalam hati saya berkata, “Suatu saat saya akan ke sini lagi.” (MUHAMAD TOHIR)

Beri komentar


Security code
Refresh