Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Bea Cukai Serahkan 2.387 Plastik Miras ke Kejari


SERANG - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Banten melimpahkan pelaku pedagang minuman keras (miras) dengan tersangka Alexander bersama barang bukti 2.387 plastik berisi miras dan 2 unit mobil yang digunakan untuk mengangkut miras ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, Selasa (9/1).

Berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya, rinci barang bukti yang diamankan yaitu 1 unit mobil merek Toyota Avanza A 1542 YZ, 1 unit mobil truk Mitsubishi Colt Diesel B 9575 FDD, 720 bungkus plastik cairan berwarna kehitaman, dan 1.667 bungkus plastik cairan berwarna kehitaman.

Selanjutnya, uang tunai sebesar Rp13.910.000, tiga unit telepon seluler, satu buku tulis berisikan catatan penjualan, dan satu lembar surat jalan dari PD Murni Plastik dengan nomor:471/SJ/mp/17 Tanggal 03 Oktober 2017. Untuk diketahui, ribuan miras itu diamankan oleh penyidik Bea Cukai pada 10 November 2017 lalu di sekitar area Pasar Rau, Kota Serang.

Kasi Penyidikan dan Barang Hasil Penindakan Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Banten Gudman mengatakan, kasus yang menjerat Alexander berkaitan dengan tindak pidana tentang cukai tanpa pita cukai, berupa minuman mengandung etil alkohol (MMEA). "Ada potensi cukai yang tidak dipungut atas kegiatan menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai berupa minuman mengandung etil alkohol oleh saudara Alexander," katanya.

Menurut Gudman, dalam kasus ini pelaku akan dijerat dengan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, dimana ancaman pidana minimal 1 tahun, maksimal 5 tahun, denda 2 kali hingga 10 kali nilai cukai. "Dalam kasus ini ada potensi kerugian negara senilai Rp152.938.500," ujarnya.

Gudman berharap agar pelaku bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya dengan maksimal. Karena selama ini tidak ada tindakan pelaku yang menjual minuman keras setelah diamankan malah tidak membuatnya jera. Apalagi barang yang diamankan dari tangan pelaku jumlahnya cukup banyak. "Kami serahkan kepada JPU untuk menanganinya lebih lanjut. Kami berharap pelaku dapat diberikan hukuman yang membuatnya bisa merasakan efek jera," katanya.

Kasi Pidsus Kejari Serang Agustinus Olaf Mangotan mengatakan, kejaksaan sudah menerima penyerahan tersangka, berkas dan sejumlah barang bukti berupa ribuan miras dan dua unit kendaraan untuk mengangkut minuman tersebut. "Kami sudah menerima berkas tahap II ini dan secepatnya akan segera dilimpahkan ke pengadilan," katanya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh