Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Kapolres Pantau Sidang Pembunuh Siti


SERANG - Sidang lanjutan perkara pemerkosaan dan pembunuhan Siti Marhatusolihat (18), warga Kampung Cibuah, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang di Pengadilan Negeri (PN) Serang kembali dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap, Rabu (10/1).

Bahkan, Kapolres Kota Serang AKBP Komarudin terlihat menyempatkan diri untuk memantau jalannya persidangan yang menghadirkan tiga tersangka RA, DS dan RD. Kapolres juga sempat terlihat berbincang dengan orangtua korban untuk meredam suasana sidang agar tidak memanas.

Sebelumnya pada sidang pertama Senin (8/1), kericuhan sempat terjadi. Keluarga korban yang sudah menunggu terdakwa, sempat mengejar dan berusaha menyerang pelaku. Beruntung, anggota kepolisian dapat mengantisipasi.

Dalam persidangan, RD, salah seorang tersangka yang membantu ER si pelaku utama  mengaku tidak tahu jika terjadi pemerkosaan dan pembunuhan saat ia diminta datang ke lokasi pembunuhan. "Saya baru kenal dia (ER, pelaku utama-red). Saya ditelepon DS diminta datang ke lokasi pembunuhan. Di sana, korban sudah meninggal," katanya.

Menurut RD, ia juga tidak ikut serta saat ketiga pelaku lainnya menyembunyikan jasad korban ke semak-semak yang tak jauh dari Sungai Cibongor. "Saya cuma memantau, tidak ikut mengubur korban," ujarnya.
Sementara itu, DS membantah jika ikut memperkosa korban. DS mengaku hanya membantu memegangi kaki korban saat ER memperkosa Siti. Sebelum membawa Siti ke Sungai Cibongor, dirinya dan tiga

tersangka lainnya sempat meninggalkan korban dalam kondisi tidak bernyawa. "Saya nggak ikut memperkosanya. Korban sudah meninggal kita tinggal, dan malam harinya kita ambil pakai motor, saya juga bawa cangkul buat ngubur korban," ungkapnya.

Jaksa penuntut umum (JPU) Anie Indriyani mengatakan, sidang lanjutan dengan agenda pembacaan dakwaan dan keterangan saksi itu menghadirkan lima saksi yaitu RA, DS, RD, pemilik konter HP, dan petugas forensik.

Diketahui sebelumnya, kasus pembunuhan disertai pemerkosaan yang dilakukan ER terhadap Siti Marhatusolihat dilatarbelakangi patah hati karena cintanya ditolak. Perbuatan perlaku untuk membunuh dan memperkosa korban sendiri sudah direncanakan.

Untuk menghilangkan jejak perbuatannya, para pelaku yakni ER yang dibantu tiga pelaku lainnya yaitu RA, DS dan RD menguburkan korban di Sungai Cibongor pada 30 November 2017 dan ditemukan warga pada 13 Desember 2017 lalu. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh