Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


117 Kios di Pasar Ciruas Habis Terbakar


SERANG – Kebakaran hebat menghanguskan Pasar Ciruas di Jalan Serang-Jakarta. Insiden yang terjadi pukul 01.00 WIB dini hari itu baru bisa dipadamkan empat jam kemudian pukul 05.19 WIB. Kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik dari salah satu kios yang menjual bakso.

Pantauan di lokasi kejadian pukul 07.30 WIB, meski tidak besar, api masih menyala di beberapa kios di bagian tengah pasar. Petugas pemadam kebakaran dari Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang berupaya melakukan pendinginan. Sementara itu, para pedagang sibuk menyelamatkan sisa-sisa dagangan mereka. Akibat kejadian tersebut arus lalu lintas mengalami kemacetan.

Sukari (48), pedagang sayuran di Pasar Ciruas menuturkan, saat kejadian berlangsung para pedagang sibuk menyelamatkan dagangan masing-masing karena panik dan berhamburan keluar. “Apinya dari kios bakso situ (sambil menunjuk kios dimaksud-red) tapi enggak bisa dipadamkan karena tertutup. Awalnya cuman keluar asap, tiba-tiba keluar api dan langsung membesar,” ujar Sukari, Rabu (10/1).

Pria yang sudah tujuh tahun berjualan sayuran di pasar tersebut hanya bisa pasrah setelah kiosnya terbakar habis. Pasalnya, para pedagang tidak memiliki asuransi. “Pasrah saja mau gimana lagi, padahal kontrakanya kiosnya baru dibayar. Ngontrak setahunnya Rp17 juta. Walaupun pasar swasta semoga saja ada perhatian dari pemerintah bisa diperbaiki lagi. Kalau kerugian saya sekitar Rp20 jutaan,” ujarnya.

Rusyanti, salah seorang pedagang lainnya tidak menduga jika tempat usahanya hangus terbakar sehingga dagangannya tidak ada yang tersisa, padahal ia baru saja belanja untuk mengisi kiosnya. “Kalau saya jualan baju, jadi berangkat ke sini (pasar-red) pagi, baru tahu jam 04.00 WIB subuh ditelepon temen. Bingung aja, soalnya ini satu-satunya tempat usaha saya. Enggak nyangka mau ada kebakaran padahal saya baru kemarin belanja. Lumayan besar kerugiannya ada sekitar Rp35 juta mah,” tuturnya.

Operator Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) BPBD Kabupaten Serang Jhoni E Wangga menjelaskan, lima unit mobil pemdam kebakaran dari BPBD Kabupaten Serdang dan lima unit dari BPBD Kota Serang dikerahkan untuk memadamkan api yang terus membesar. “Pada pukul 05.19 WIB api sudah bisa dikontrol tapi kemudian api muncul lagi karena seharusnya kita melakukan pendinginan tapi kondisi air sudah habis,” ujar Jhoni.

Ia menuturkan, petugas kesulitan mendapatkan air untuk melakukan pendinginan karena suplai air yang terbatas, sehingga petugas mencari air di irigasi yang yang lokasinya cukup jauh dengan pasar. “Dugaan sumber api dari korsleting listrik, kebetulan di toko bakso ada kebocoran gas dan akhirnya api membesar. Kios yang terbakar 117. Korban jiwa nihil. Untuk kerugian belum bisa ditaksir tapi kata pemiliknya haji Hafifi bisa mencapai Rp1 miliar lebih,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jhoni mengatakan, petugas pemadam mengalami kesulitan melakukan pemadaman karena konstruksi pasar banyak yang terbuat dari kayu dan kemudian banyak bahan-bahan pakaian. “Agak sedikit kesulitan karena bangunan pasarnya ini juga lumayan panjang ke belakangnya. Informasi yang kami peroleh kejadian pukul 01.00 WIB dan kami menerima laporan pukul 02.00 WIB,” katanya.

Sementara itu, Plt Sekda Pemkab Serang Agus Erwana mengatakan, Pemkab Serang akan fokus pada penanganan pedagang yang kehilangan tempat usahanya. “Yang namanya kebakaran kan musibah, paling kita akan memperhitungkan nanti karena ini pasar desa, bagaimana cara menampung agar para pedagang untuk tetap bisa berjualan di tempat sementara sampai gedung utamanya bisa terbangun kembali,” ujar Sekda.

Ia menegaskan, pihaknya akan memanggil pemilik pasar untuk diminta penjelasan terkait kejadian tersebut. “Setelah ini selesai, kita akan panggil pengurus pasarnya. Walaupun ini pasar desa, pemda akan memberikan fasilitasi pasar sementara. Untuk pembangunannya bisa kita ajukan ke kementerian desa, yang penting pedagang tetap bisa usaha walaupun di tempat darurat dulu,” katanya. (tanjung)

Beri komentar


Security code
Refresh