Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Korban Sodomi Babeh Trauma


SERANG- Beberapa anak yang menjadi korban sodomi yang dilakukan WS alias Babeh (50), warga Gunungkaler, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang mengalami trauma. Menurut keterangan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AK2B) Provinsi Banten Sitti Maani Nina, trauma terlihat dari perubahan sikap sejumlah anak-anak yang menjadi korban sodomi.

Bahkan, ada korban yang tak mau keluar rumah. "Mereka (korban) trauma. Sikapnya berubah, dan ada yang tidak mau keluar rumah," ujar Nina usai menghadiri rapat paripurna, di Kantor DPRD Provinsi Banten, Kamis (11/1).

Nina menjelaskan, melihat kondisi tersebut pihaknya bersama psikolog, pemerhati anak, Polres Kabupaten Tangerang, dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang langsung melakukan upaya trauma healing kepada korban. Menurut Nina, trauma healing adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain untuk mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis yang sedang dialami akibat syok atau trauma.

"Kita lakukan upaya itu (trauma healing) agar anak-anak yang menjadi korban tidak lagi mengalami trauma dan bisa kembali berbaur dengan masyarakat. Kita sudah dua kali melakukan trauma healing. Hari Sabtu (13/1) nanti kita akan ke lokasi lagi, dan memberikan trauma healing (yang ketiga). Kita hibur anak-anak agar bisa melupakan kejadian itu," papar Nina.

Nina mengatakan, upaya trauma healing akan terus dilakukan pihaknya hingga korban sembuh dan sikapnya kembali seperti semula. Nina mengutuk keras tindakan sodomi yang dilakukan Babeh. "Perilaku pelaku sudah jauh melampaui batas wajar dan berakibat fatal bagi anak-anak yang menjadi korban. Saya berharap agar aparat penegak hukum bisa berbuat tegas dan mengganjar tersangka dengan hukuman yang setimpal atas perbuatannya," tegas Nina.

Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan saat dikonfirmasi meminta kepada DP3AKKB untuk memaksimalkan trauma healing bagi korban sodomi Babeh. "Bangun jejaring dengan para psikolog agar lebih maksimal, sebab jumlah korban kan banyak," katanya.

Fitron mengatakan, yang lebih penting juga adalah menjaga dignity korban, membangun mental mereka untuk lebih terbuka, namun jamin harga dirinya tetap terjaga. "Melihat fenomena ini saya takut fenomena gunung es, untuk mengantisipasi dan penjangkauan korban lain yang belum ditemukan, sebaiknya memanfaatkan jaringannya untuk diedukasi mengenali tanda bahaya prilaku kejahatannya di tempat lain. Pasti ada tanda-tanda yang patut di ketahui dan dijadikan langkah antisipasi korban-korban lain dengan pelaku yang lain," katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy merasa miris mendengar kejadian tersebut. Bahkan Andika menilai perbuatan yang dilakukan oleh Babeh sangat biadab. “Tindakan itu tidak bisa ditolerir lagi,” kata Andika akhir pekan lalu.

Menurut Andika, atas dasar alasan apapun pelaku harus dihukum berat karena perbuatan tersebut merupakan pelanggaran hukum berat. “Saya mendengarnya saja tidak tega,” kata Andika sambil menggelengkan kepalanya.

Untuk diketahui, korban sodomi Babeh bertambah menjadi 41 anak dari sebelumnya 25 anak. Jumlah itu membengkak setelah polisi berhasil mendeteksi korban lainnya. Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, awalnya hanya 25 anak yang mau melakukan visum setelah disodomi Babeh.

Belakangan, korban lainnya berani muncul setelah polisi melakukan upaya pendekatan dan menjamin identitas korban tidak diungkap ke publik. “Kami akan terus menyelidiki tersangka Babeh ini. Kemungkinan bisa bertambah lagi, tidak hanya 41 jumlahnya,” ujar Kapolda. (rahmat)

Beri komentar


Security code
Refresh