Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Rem Diakali, Supir Bus Tersangka


JAKARTA
— Sopir bus maut tanjakan Emen Amirudin tidak ingin dijerat hukum sendirian. Dia lantas ”bernyanyi” terkait siapa yang memerintahkan dirinya untuk mengakali kebocoran rem. Yakni, manajemen bus Premium Passion.

Kapolres Subang Polda Jawa Barat AKBP Muhammad Joni menuturkan, sopir yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu menyebut permasalahan rem sudah diketahui jauh sebelum terjadi kecelakaan. Kerusakan rem terjadi pada bagian ban belakang kanan. ”Sudah mengetahui ada kerusakan di perjalanan,” tuturnya.

Sopir merasakan ada kerusakan berdasar spedo angin rem yang bergerak tidak beraturan. Seharusnya, pergerakan jarum spedo meter ini naik secara stabil dan turun stabil.  ”Sopir lantas memutuskan berhenti di sebuah restoran,” paparnya.

Saat berhenti itulah, sopir mengaku menghubungi pihak manajemen bus. Saat itu, sopir menghubungi manajemen untuk meminta pendapat, apakah perlu untuk mengganti bus atau lainnya. ”Namun, pengakuan sopir, manajemen malah tidak menginginkan pergantian bus,” ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan, manajemen yang mengarahkan sopir untuk mengakali rem yang bocor itu. Caranya, dengan dipotong dan lubang itu ditutupi atau disumpel. ”Sopir mengaku tidak mengetahui caranya, disumpel itu manajemen yang mengajari,” ungkapnya.

Namun begitu, tentu penyidik tidak langsung percaya dengan pengakuan sopir tersebut. Joni berencana untuk melakukan pemeriksaan terhadap manajemen. ”Kita akan klarifikasi ke manajemennya,” jelasnya.
Dia menuturkan, dengan pemeriksaan ini akan diketahui apakah manajemen memiliki keterlibatan dalam kecelakaan tersebut. Atau, malah sopir ini justru berbohong terkait masalah tersebut. ”Pasti, itu yang akan kami lakukan,” ujarnya dihubungi Jawa Pos kemarin. 

Sementara Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, setidaknya sudah ada empat saksi yang telah diperiksa terkait kecelakaan bus tersebut. ”Akan terus bertambah saksinya,” terangnya. Untuk manajemen bus dipastikan akan dipanggil untuk menjelaskan terkait kelayakan jalan bus tersebut. ”Banyak yang akan diambil keterangan dari manajemen bus ini,” papar jenderal berbintang dua tersebut.

Sebelumnya, kecelakaan bus terjadi di tanjakan Emen, Subang. Sebanyak 27 penumpang tewas akibat bus berguling setelah menabrak tebing. Sebagian besar korban erupakan warga Ciputat, Tangerang Selatan. (jpg)

Beri komentar


Security code
Refresh