Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


30.000 Ekstasi Diselundupkan di Mesin Cuci


TANGERANG
- Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengungkap penyelundupan sabu seberat 239,785 kilogram dan 30 ribu ekstasi yang disimpan di sebuah gudang kawasan Kosambi Tangerang, Banten. Bahkan, salah satu pelaku yang mengendalikan peredaran narkoba asal Malaysia tewas ditembak polisi.

Pengungkapan peredaran narkoba jaringan internasional itu berawal dari informasi pada 4 Februari 2018. Setelah itu, aparat kepolisian langsung melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap informasi tersebut.

Dari hasil penyelidikan ternyata benar ada ribuan narkoba yang disimpan di Pergudangan Harapan Dadap Jaya E 12 No. 36, Kosambi, Kota Tangerang. "Dari penggeledahan itu kami menangkap Joni alias Marvin Tandiono bin Cong Min Chang.

Kami juga telah menyita barang bukti 228 bungkus sabu dengan berat 239.785 gram, dan 6 bungkus ekstasi dengan jumlah 30 ribu butir. Semuanya diletakkan di dalam 12 mesin cuci," ujar Kapolri Tito Karnavian di Polda Metro Jaya, Senin (12/2).

Lalu tidak jauh dari lokasi penggeledahan, kata Tito, polisi kembali menangkap satu orang yang juga merupakan jaringan narkoba tersebut, yakni Andi alias Aket. Tersangka tertangkap di Jalan Raya Prancis Dadap Kosambi, Tangerang.

Pelaku mengaku jika dirinya diperintahkan oleh Indrawan alias Alun, seorang tahanan di Lembaga Permasyarakatan (LP) Jakarta. Pelaku diperintahkan untuk membantu Joni dalam mengamankan gudang E.12 tersebut.

Setelah melakukan pengembangan terhadap Indrawan, polisi langsung menelusuri pengendali narkoba tersebut di Bandara Soekarno-Hatta. Ternyata pengendali yang merupakan WN Malysia bernama Lim Toh Hing alias Onglay alias Momo tinggal di sekitar Bandara Soetta.

"Namun saat dilakukan pengembangan Lim Toh Hing melakukan perlawanan dengan mencoba merebut senjata api petugas kepolisian. Sehingga polisi melakukan tindakan tegas dengan melakukan penembakan terhadap tersangka," pungkas polisi berbintang empat.

Akibat tindakan tersebut polisi akan dikenakan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) UU RI NO. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun paling lama 20 tahun penjara. (jpnn)

Beri komentar


Security code
Refresh