Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Tiga Truk Miras Impor Diamankan


CILEGON
- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Merak berhasil mengamankan tiga truk bermuatan minuman keras (miras) impor ilegal. Truk asal Sumatera yang hendak mengirim miras ke Pulau Jawa itu dicegat di area Dermaga I Pelabuhan Merak, Selasa (13/2), sekitar pukul 02.00 WIB.

Tiga truk dengan nomor kendaraan BE 9558 GJ, BE 9048 NI, dan BE 9366 NI ini sudah terendus oleh KPPBC Pabean Merak saat menyeberang dari Bakauheni. Saat diperiksa di dermaga I, benar saja isinya adalah ribuan miras impos ilegal. Beberapa di antaranya merk terkenal seperti Chivas Regal, Jack Daniel, Black Label, dan merk-merk lainnya.

Manajer Usaha PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak Rudy Mahmudi membenarkan adanya truk yang diamankan petugas bea dan cukai. “Iya ada pemeriksaan di Dermaga I sekitar pukul 02.00 WIB,” katanya, kemarin.

Kepala Sub-Seksi Sarana dan Operasi Bea dan Cukai Merak Ardian Ramerta mengatakan, pihaknya hanya membantu Kantor Wilayah Bea Cukai Banten dalam menangkap pelaku penyelundupan miras ilegal. “Kita hanya memberi support saja dari teman-teman di wilayah (Kanwil Bea dan Cukai Banten),” jelasnya. 

Ia menjelaskan, ketiga truk telah dibuntuti petugas dari Pulau Sumatera. Ketika menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni dan bersandar di Dermaga I Pelabuhan Merak, truk langsung diberhentikan dan digeledah. "Itu kan di dalam truk, kita cek, ada satu, dan ketahuan satu muat (miras-red). Tadi pagi (kemarin pagi -red) truk dibawa ke Kantor Bea Cukai wilayah Banten (Tangerang)," urainya.

Ardian membeberkan, modus yang digunakan pelaku adalah dengan menyembunyikan miras impor di bawah tumpukan kayu kelapa. “Barang bukti, sopir dan kernet truk dibawa ke Kantor Kanwil Bea Cukai Banten. Keterangan awal saja dilakukan tim penyidik. Jadi langsung di bawa ke sana (Kantor Kanwil Bea Cukai Banten -red),” urainya. (gillang)

Beri komentar


Security code
Refresh