Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1613 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1474 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1243 | Komentar

Baca


Miftahudin Tewas Dijerat dan Ditusuk


SERANG
- Kasus tewasnya Muhamad Miftahudin alias Agam (25), akhirnya terungkap. Warga Perumahan Cilegon Indah (PCI) Kota Cilegon yang berprofesi sebagai debt collector itu tewas dibunuh oleh rekannya sendiri berinisial IF (23), dan GT. IF telah tertangkap, sedangkan GT masih buron.

Miftahudin tewas dengan cara dijerat menggunakan sabuk dan tusuk menggunakan badik sebelum mayatnya ditemukan tersangkut besi di samping jembatan Dalung, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Sabtu (26/11).

Kasat Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung mengatakan, tersangka IF ditangkap saat bersembunyi di rumah GT di Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang pada Senin (28/11) lalu.
Menurut Gogo, otak pembunuhan tersebut adalah GT, yang merupakan teman sewaktu masih bekerja sebagai dbt colector elektronik. Motif kasus pembunuhan ini adalah ekonomi. GT terdesak hutang yang harus dibayarkan kepada temannya, Wida.

"Jadi, si GT ini mempunyai hutang kepada Wida, karena sebelumnya GT telah menjanjikan akan menggadaikan motor dengan jaminan uang 1 juta, karena motor yang dijanjikan tidak kunjung diberikan oleh GT, maka Wida menagih uang 1 juta tersebut yang sebenarnya sudah habis untuk foya-foya dan bermain wanita di salah satu hotel di Kota Serang," katanya kepada wartawan saat ekspose kasus di Mapolres Serang, Kamis (1/12).

Gogo menjelaskan, korban asal Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang dibunuh dengan cara ditusuk di bagian dada sebelah kirinya sebanyak tiga kali. Selain itu, korban juga mulutnya dibekap dengan bantal dan lehernya dijerat dengan sabuk.

Setelah korban tewas, lanjut Gogo, korban dibawa dengan menggunakan sepeda motor dengan posisi diapit ditengah berboncengan tiga orang. Lalu jasadnya dibuang di jembatan Karundang.
"Pembunuhan dilakukan di rumah nenek GT di daerah Ciracas  pada malam Jumat kemarin. Tersangka GT masih kita buru," tuturnya seraya menambahkan bahwa pembunuhan terhadap korban sudah direncakanakan oleh kedua tersangka.

Kanit Jatanras Satreskrim Polres Serang Ipda Juwandi menyatakan, tersangka IF terancam Pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan dan Menguasai Barang Korban, dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

"Tersangka ini sudah merencanakan akan mengambil motor korban dan apabila nanti korban melawan mereka sudah berencana untuk membunuhnya, dan saat menjalankan aksinya si korban melawan, dan sudah dipersiapkan alat seperti sabuk dan lainnya untuk membunuh korban," ucapnya.

Paman korban, Zaini Maki mengungkapkan, sebelum keponakannya ditemukan tewas, dirinya masih berkomunikasi dengan keponakannya itu pukul 20.00 WIB. Namun saat ditelepon kembali pada pukul 21.00, nomor handphone-nya sudah tidak aktif. "Kedua orang tersebut (IF dan GT red) adalah teman ponakan saya waktu masih bekerja bareng di perusahaan elektronik, namun keduanya dikeluarkan," ujarnya. (dudi)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir