Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 2031 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1861 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1666 | Komentar

Baca


Ayah Tega Cabuli Anak


PANDEGLANG
– Kesepian lantaran bercerai dengan istri, MA (64) warga Desa Cahaya Makar, Kecamatan Bojong, tega mencabuli anak kandungnya, SN (13). Peristiwa itu terjadi pada Selasa (8/12) pukul 03.00 WIB ketika SN tengah mendapat pengobatan di rumahnya. Rupanya aksi itu diketahui keluarga WR kerabat korban dan langsung melaporkan ke Polres Pandeglang.

Informasi yang didapat Banten Raya, kejadian itu bermula ketika MA mengajak SN ke kamarnya untuk diobati, namun setelah berada di kamar muka SN disembur dengan segelas air kemudian diminta untuk tidur. Setelah itu, MA membuka celana korban dan mencabulinya.

Aksi sang kakek yang berprofesi sebagai dukun pengobatan tradisional. “Iya pak saya lupa, tak kuat menahan nafsu,” kata MA kepada Banten Raya ketika gelar perkara pencabulan di aula Mapolres Pandeglang, Rabu (7/12).

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Ary Satriyan mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bahwa tersangka MA telah terbukti melakukan tindak pidana pencabulan kepada anak kandungnya, yakni SN dari anak ketiga mantan istrinya dengan modus untuk dilakukan pengobatan, mengingat tersangka sebagai dukun pengobatan tradisional. “Dari pengakuannya, tersangka melakukan perbuatan pencabulan terhadap anaknya itu dilakukan di rumahnya,” kata Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, dari hasil proses pemeriksaan yang dilakukan, Polres Pandeglang berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa pakaian korban dan alat pengobatan milik tersangka. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 76 e Junto Pasal 76 d dan Pasal 81 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Tersangka itu diancam hukuman lima hingga lima belas tahun penjara,” tegas Kapolres. (mg-yanadi)

Beri komentar


Security code
Refresh