Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1867 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1696 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1488 | Komentar

Baca


Kepergok Mesum, Jadi Korban Perkosaan


TANGSEL
- Taman biasanya menjadi tempat berwisata, tempat melepaskan jenuh dan stres. Tapi, apa yang terjadi di Taman Kota 2 BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini berbeda. Taman ini justru malah sering dijadikan sebagai tempat asusila.

Rimbun, tenang, jauh dari bising knalpot kendaraan dan satu lagi, sepi. Itulah gambaran Taman Kota 2 di BSD. Taman yang dibangun oleh pengembang PT BSD ini memang diperuntukan bagi masyarakat yang ingin berolahraga. Taman ini pun dibelah oleh jogging track.

Sayangnya, oleh sejumlah anak baru gede (ABG) taman ini disulap menjadi tempat yang sangat aman untuk pacaran, bahkan asusila. Salah satunya adalah seorang siswi SMP berinisial MP (15) dan AD (20). Keduanya merupakan sepasang kekasih yang sedang berpacaran di taman tersebut.

Dilalanya, saat kedua sejoli ini sedang asyik bercumbu, datanglah dua pemuda berinisal AW alias Mandor dan PF alias Ambon. Pasangan sejoli itu tertangkap tangan oleh AW dan PF sedang bercumbu. Mereka pun diminta oleh kedua pemuda itu untuk membuat surat keterangan bermaterai. "Lalu AD diminta pelaku membeli materai di warung. Sementara MP diminta tinggal," kata Wakapolres Tangsel, Komisaris Bachtiar Alponso, Selasa (10/1).

Celakanya, saat AD mencari materai, munculah otak kotor tukang kayu dan taxi online tersebut. AW dan PF menggerayangi MP dan bahkan meminta MP untuk membuka celana jeans yang dikenakannya. Selanjutnya PF menyetubuhi MP. Usai PF melakukan perbuatan asusila tersebut, AW pun meminta korban untuk kembali melakukan perbuatan asusila dengan cara oral.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, Alexander menambahkan dengan waktu yang diberikan, akhirnya jajaran Sat Reskrim Tangsel berhasil menemukan tersangka AW yang diketahui berprofesi sebagai tukang kayu dan PF sebagai supir grab. AW lalu berlari dan kemudian ditembak kakinya.

"Sementara kedua pelaku terjerat pasal 81 dan atau pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan ancaman hukuman pidana minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun," pungkas Alex. (iwan)

Beri komentar


Security code
Refresh