Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1859 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1693 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1481 | Komentar

Baca


Dua Terdakwa Pembunuh Eno Divonis Mati


TANGERANG
- Dua terdakwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang menggunakan gagang cangkul pada kemaluan Eno Farihah, yakni Rahmat Arifin (24) dan Imam Hapriyadi (24) divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (8/2). Kedaunya dinilai terbukti secara sah melakukan pembunuhan berencana.

Majelis hakim yang diketuai oleh M Irfan Siregar dalam pertimbangannya memutuskan hukuman mati terhadap Imam dan Rahmat ini karena menilai perbuatan para terdakwa sangat keji karena dilakukan dengan sengaja dan bersama-sama.

Majelis hakim berpendapat, apa yang dilakukan kedua tersangka tergolong sadis dan tidak berperikemanusiaan sehingga hal itu memperberat hukuman mereka.Apalagi, keduanya tidak mengakui perbuatannya serta tidak menunjukkan rasa penyesalan."Menjatuhkan pidana mati kepada terdakwa Rahmat Arifin dan Imam Hapriyadi," kata ketua majelis hakim M Irfan.

Mendengar kedua terdakwa divonis mati, ruang sidang mendadak ramai bergemuruh."Alhamdullilah Ya Allah, akhirnya mati juga si pembunuh" gemuruh dari pengunjung yang menyaksikan sidang tersebut.
Sementara kedua terdakwa hanya tertunduk di kursi pesakitan mendengar putusan itu. Tak ada reaksi apa pun dari dua terdakwa itu. Mereka tak bergeming, dan terdiam sesaat.

Majelis hakim mempersilakan kedua terdakwa untuk menyatakan sikap menerima, pikir-pikir atau mengajukan banding terhadap putusan tersebut. Lalu keduanya berkonsultasi dengan kuasa hukum.
Mereka mendekati pengacaranya yang duduk di sebelah kanan dekat ruangan sidang. Berjalan pelan-pelan dan melihat ke arah bawah. "Kami mau pikir-pikir dulu," kata Imam Hapriyadi usai melakukan konsultasi dengan kuasa hukumnya.

Kuasa hukum terdakwa, Sunardi Muslim mengaku putusan Hakim terlalu berat bagi klainya.Hakim juga tidak mempertimbangkan intimidasi yang dialami oleh kliennya itu. "Kami akan kaji kembali apa akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, intinya kami tidak terima dengan putusan ini," ungkap Sunardi kepada para media usai sidang.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ikbal Hadjarti menyatakan putusan hakim sudah sesuai dengan tuntutan mereka sebelumnya.  "Putusan ini sesuai dengan rasa keadilan di masyarakat. Tinggal menunggu hak terdakwa mengajukan banding saja nantinya," paparnya.

Keluarga Eno juga turut hadir dalam sidang itu. Mereka mengaku puas dengan vonis hakim tersebut. "Ini sudah sesuai dengan keingingan kami pihak keluarga sehingga. Puas dengan putusan hakim," kata ayah Eno, Arif Fikri kepada wartawan. Sementara terdakwa lainnya, yakni RA (16) yang masih di bawah umur telah lebih dulu divonis dalam perkara yang ini. (andi)


Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir