Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 2032 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1862 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1669 | Komentar

Baca


Ditinggal Orangtua, Balita Dicabuli


CILEGON
- Imam (27), pria asal Desa Cikeusal, Kecakatan Cikeusal, Kabupaten Serang ditangkap polisi karena diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap YN, bocah berusia 5 tahun atau Balita di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (21/3).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, peristiwa pencabulan tersebut berawal saat orangtua korban meminta bantuan kepada tersangka untuk membersihkan halaman rumahnya yang sudah dipenuhi ilalang. Pelaku dikenal sebagai pekerja bangunan yang sudah dikenal warga sekitar.

Saat pelaku tengah membersihkan halaman, orangtua korban berpamitan pergi keluar rumah untuk belanja kepada pelaku. Sebelum meninggalkan rumah, orangtua korban menitipkan anaknya yang tengah santai menonton televisi diruang tamu. Karena dikenal, orangtua korban pun percaya kepada pelaku.

Namun, kepercayaan orangtua korban dikhianati. Pelaku malah mencabuli anaknya yang baru berumur 5 tahun tersebut saat keadaan rumahnya sepi. Kejadian pencabulan yang dilakukan oleh pelaku itu diketahui setelah orangtua korban pulang dan menemukan anaknya sedang meringis kesakitan dibagian kemaluannya.

Saat ditanya, korban menceritakan kejadian tersebut. Tidak terima dengan kejadian pencabulan itu, orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Cinangka. Pelaku akhirnya ditangkap kepolisian. Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur itu saat ini ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Satreskrim Polres Cilegon.

Pelaku Imam mengaku khilaf hingga mencabuli korban. Saat melihat korban dirinya tidak kuasa menahan libidonya karena telah sudah lama kesepian. Atas kejadian ini, dirinya tidak akan mengulangi kesalahan itu untuk kedua kalinnya. "Baru pertama kali, saya cuma mengesek-gesek saja, tidak sampai berlebihan," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Imam, aksi pencabulan itu terjadi di rumah korban, saat orangtua korban meninggalkan rumah. Untuk menyembunyikan aksi bejatnya, tersangka yang merupakan kuli bangunan itu memberikan sejumlah uang kepada korban agar tidak menceritakan perbuatannya itu kepada orang lain. "Sebelumnya saya disuruh membersihkan rumput, tapi melihat dirumah itu sepi, jadi kepikiran untuk melakukannya," ujarnya.

Pendamping Pusat Pelayanan Dan Perlindungan Keluarga Cilegon (P3KC) Cicin Kurnia Dewi mengatakan, dalam kasus ini pihaknya hanya diminta untuk mendapingi korban, secara psikologis dan akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap korban. "Kami diminta unit PPA Polres Cilegon, melakukan pendampingan. Untuk kronologisnya saya kurang tau jelas, karena belum berbicara banyak dengan keluarga korban," katanya.

Sementara itu, Unit PPA Satreskrim Polres Cilegon belum bisa dikonfirmasi terkait kasus pencabulan tersebut. Namun diketahui atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat Pasal 82 ayat 1 subsider pasal 76 huruf e Undang-undang No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No 23 tahun2002 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman 15 tahun penjara. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh