Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1825 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1662 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1440 | Komentar

Baca


Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe


PASARKEMIS
- Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih tergantung ditemukan warga di pinggir sungai tanah PU di Kampung Gelam, RT 11/ RW 02, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/3) lalu. Namun sayang, nyawa bayi tak berdosa tersebut meninggal dunia 6 jam setelah ditemukan.

Selidik punya selidik, pembuang bayi tersebut adalah WA (25), warga asal Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, yang berprofesi sebagai pelayan di sebuah kafe, yang tak jauh dari lokasi kejadian. Wanita berambut panjang itupun akhirnya dicokok polisi saat berada di sebuah hotel.

Kapolsek Pasarkemis Kompol Kosasih menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari warga Kampung Gelam, RT 11/ RW 02, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasarkemis tentang penemuan mayat bayi itu pada Minggu (26/3) sekitar pukul 01.00 WIB.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam keadaan tanpa alas kain dengan ari-arinya masih menempel. "Petugas datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. Bayi tersebut langsung dikirim ke RSU Tangerang untuk mrendapatkan perawatan medis," ungkap Kosasih, Senin (27/3).

Untuk mengungkap kasus tersebut, kata Kosasih, pihaknya memeriksa beberapa saksi. "Kemudian kami mulai dapat petunjuk dan segera melakukan pemeriksaan serta penggeledahan terhadap seluruh kafe yang berdekatan dengan lokasi kejadian," jelasnya.

Penelusuran tersebut, kata dia, akhirnya membuahkan hasil. Pelaku pembuang bayi tersebut mengarah kepada WA (25), pelayan di sebuah kafe di Pasarkemis. “Kita temukan satu kamar di sebuah kafe, di  dalam kamar tersebut terdapat bercak darah yang diduga kuat darah saat proses melahirkan," imbuhnya.

Setelah melakukan pencarian, petugas akhirnya menangkap WA yang bersembunyi di salah satu kamar di hotel di Tangerang. WA hanya bisa menangis saat digelandang petugas ke Mapolsek Pasarkemis.
Kepada petugas, WA mengakui, bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelapnya dengan kekasihnya yang tak direstui oleh kedua orangtuanya.

Hingga kini, polisi pun masih mencari pacar pelaku yang masih buron. "Pacar saya lari, enggak tahu kemana. Makanya bayi itu dibuang. Saya malu sama tetangga karena hamil di luar nikah," katanya kepada petugas.

Akibat perbuatannya tersebut, WA akan dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.Sebelumnya, sesosok mayat bayi laki-laki juga ditemukan warga di selokan Pasar Korelet, Kampung Ranca Serdang RT 11 RW 03, Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Kamis (23/3) lalu. Mayat bayi itu ditemukan oleh Ahmad (30), warga setempat, tak jauh dari sebuah tempat sampah.

Kapolsek Panongan AKP Trisno Tahan Uji mengatakan, bayi itu diduga baru dilahirkan dan dibuang oleh orang tuanya. "Kondisinya pun membengkak. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mengevakuasi jasad bayi malang itu,” ujarnya. (mg-sarifudin/marjuki)


Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir