Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1938 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1771 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1555 | Komentar

Baca


Hukum & Kriminal


SERANG –
NN (34), tersangka kasus pencabulan terhadap NR (16), warga Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang akhirnya ditangkap aparat Polres Serang. Tersangka menjadi buron selama 6 bulan. Tersangka NN melakukan pencabulan dengan mengiming-imingi NR akan dibelikan handphone. Kanit Sidik IV Satreskrim ...

TANGERANG -
Seorang warga Curug, Kabupaten Tangerang berinisial S (22), terpaksa harus melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya, R (21) di Rutan Mapolres Kota Tangerang, Kamis (3/11). S terpaksa menikah di tahanan polres karena sedang menjalani penahanan karena terjerat kasus penadahan barang ...
TANGERANG - SA (50), tertangkap petugas saat sedang beraksi mencuri meteran listrik di Perum Tanjakan Indah, Blok E-9/24, Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Jumat (7/10).

Ia ditangkap satpam perumahan karena curiga dengan gerak-gerik pelaku. Saat beraksi, SA menggunakan seragam layaknya petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN). Setelah dipantau, ternyata SA tengah membongkar meteran listrik di salah satu rumah kosong perumahan tersebut.

“Satpam perumahan melaporkan kepada kami, soal pria yang terlihat mencurigakan dengan menggunakan seragam PLN. Kemudian sebelum membawa meteran, pelaku memotong kabel yang sudah dialiri listrik dengan tang kemudian membawa meteran,” kata Kapolsek Rajeg AKP Teguh Kuslantoro.

Lanjut Teguh, pihaknya masih memeriksa pelaku secara intensif, lantaran banyaknya laporan developer yang kehilangan meteran listrik. Kuat dugaan, pelaku merupakan anggota jaringan. Namun petugas masih mendalami kasus tersebut.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit sepeda motor yang digunakan saat beraksi, satu set alat instalasi listrik, serta tiga unit meteran listrik.Sementara SA mengaku nekat mencuri meteran listrik karena butuh biaya nikah. “Saya sudah 8 tahun menduda, dan akan menikahi gadis ABG asal Serang Banten. Jadinya saya butuh uang agak banyak untuk menikahinya,” kata SA di hadapan petugas.

SA mendapat keuntungan Rp500 ribu untuk 1 unit meteran yang berhasil dicurinya. “Saya sudah enggak tahan menduda, jadi segala cara saya kerjain biar dapet uang biaya nikah,” jelasnya lagi.
Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 363 KUHP dengan hukuman kurungan 5 tahun penjara. (*/marjuki)

CILEGON -
Kasus pembunuhan terhadap Aminah(38), warga Kampung Kecakup, Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang sedikit menemui titik terang.
Janda bernaka dua itu diduga dibunuh oleh orang dekatnya. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Muhammad Ridzky Salatun kepad ...
SERANG – Aminah (38), warga Kampung Kecakup, Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang tewas bersimbah darah di kamar rumahnya pada Sabtu (10/9) sore. Janda beranak dua itu tewas dengan dua luka terbuka di bagian leher dan dadanya. Diduga Aminah dibunuh. Polisi masih melakukan penyelidikan dan mengungkap motif kasusnya.

Informasi yang diperoleh, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh anaknya keduanya bernama Arifin, yang masih duduk di bangku SLTP usai pulang bermain sekitar pukul 15.00 WIB.Rusdi (41), kakak kandung korban menuturkan, kejadian bermula saat adiknya itu pulang dari rumah orangtuanya yang persis berhadap-hadapan.

“Saat kejadian saya tidak tahu, karena rumah saya agak jauh, di Tengkurak. Katanya, adik saya habis bantu-bantu masak di rumah ibu, terus pulang bilangnya mau istirahat, tidak lama kemudian anaknya pulang dan langsung teriak-teriak sambil nangis karena banyak darah di rumahnya. Kejadianya singkat, mungkin pelaku sudah ada di dalam rumah pas waktu adik saya pulang," kata Rusdi kepada Banten Raya, kemarin.

Kejadian itu pun membuat warga geger. Para tetangga dan warga setempat mendatangi rumah korban. Tidak lama setelah kejadian, sekitar pukul 16.30 WIB pihak kepolisian dari Polres Cilegon yang mendapat laporan mendatangi lokasi kejadian dan langsung memasang garis polisi di rumah korban.

Polisi melakukan oleh tempat kejadian perkara dan melakukan identifikasi. Jenazah Aminah dibawa ke RS dr Dradjat Prawiranegara Serang untuk keperluan visum dokter sekitar jam 17.00 WIB.Rusdi mengaku tidak menyangka kalau adiknya meninggal karena menjadi korban pembunuhan.

Karena adiknya tidak mempunyai masalah dengan tetangga maupun dengan warga. “Sampai dibawa ke RSUD Serang (RS dr Dradjat Prawiranegara Serang-red) saya belum sempat melihat langsung, karena sudah dibungkus oleh polisi.

Saya tidak tahu motifnya apa, karena katanya kalung yang dipakai juga masih ada. Saat kejadian tetangga di samping rumahnya juga gak ada yang mendengar. Kalau suami korban sudah meninggal akhir 2013 yang lalu dan memiliki dua orang anak,” tuturnya.

Ia berharap, pelaku segera terungkap dan diberi hukuman yang setimpal atas perbuatannya. “Kemarin polisi datang sambil bawa anjing pelacak, tetapi pelakunya belum terungkap. Kami berharap siapapun pelakunya jika ditemukan bisa dihukum seberat-beratnya karena ini menyangkut nyawa orang.

Sementara ini kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepoliasian. Kami masih menunggu hasilnya dan semoga secepatnya bisa terungkap,” harapnya seraya menambahkan bahwa korban sudah dikuburkan pada Minggu (11/9) malam.

Kepala Desa Pengarengan Eli Ridho mengatakan, pihaknya mempercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian tersebut sampai pelaku bisa ditangkap. “Kami tidak menyangka kejadian ini, apalagi terjadinya pada siang hari saat kondisi kampung ramai. Ini pertama kali terjadi di desa kami,” kata Eli.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Ridzky Salatun mengatakan, sampai saat ini pelaku belum terungkap, meski pihaknya telah menggunkan alat khusus untuk melakukan penyelidikan. “Kita sudah ke lokasi menggunakan alat khusus, mudah-mudahan bisa terungkap,” kata Ridzky. (tanjung)