Politik

Indonesia Kecam Serangan Militer Israel

News image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bereaksi keras atas aksi militer yang ...

Politik | Jumat, 11 Juli 2014 | Klik: 1859 | Komentar

Baca

MenPAN Tantang Presiden Baru

News image

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) ...

Politik | Jumat, 4 Juli 2014 | Klik: 1693 | Komentar

Baca

Anggoro Divonis 5 Tahun, Kaban Terbukti Nyogok

News image

JAKARTA – Terdakwa perkara dugaan suap proyek pengadaan revitalisasi sistem ...

Politik | Kamis, 3 Juli 2014 | Klik: 1481 | Komentar

Baca


Hukum & Kriminal

CILEGON - Pembobolan kembali terjadi diwilayah hukum Kota Cilegon. Kali ini, aksi kejahatan itu menimpa warga Lingkungan Kubang Lesung Pabuaran, Jalan Buyut Sirig, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil. Akibatnya, 2 unit motor Suzuki Satria FU bernomor polisi A 4938 WB dan Honda Beat A 6344 GV hilang digondol pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, Minggu (21/8), pembobolan rumah itu terjadi pada hari Jumat (19/8) kemarin. Aksi kejahatan yang diduga dilakukan lebih dari satu orang itu baru diketahui pemilik rumah pada pukul 05.00 WIB saat akan melaksanakan ibada sholat Subuh.

Pemilik rumah, Misra mengatakan, pelaku diduga masuk melalui jendela rumahnya dengan cara mencongkel jendela rumah. Setelah mendapatkan dua unit motor Suzuki berharga miliknya, pelaku dengan leluasa keluar melalui pintu depan rumahnya. "Kalau dilihat dari bekasnya, pencuri itu masuk melalui jendela dengan cara mencongkel kaca nako dan keluar melalui pintu depan," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Misra mengungkapkan, dirinya baru menyadari jika rumahnya baru saja dimasuki tamu tak diundang sekitar pukul 05.00 WIB, saat dirinya hendak melaksanakan ibadah solat Subuh. Diduga, pelaku melakukan aksi kejahatannya sekitar pukul 04.00 WIB. "Saya baru mengetahui rumah saya dibobol saat saya hendak sholat subuh," ungkapnya.

Misra berharap, para pelaku pembobol rumahnya itu dapat segera ditangkap karena sudah sangat meresahkan dirinya dan beberapa warga lainnya di Kelurahan Taman Baru dan dua unit sepeda motor yang hilang itu dapat kembali. "Mudah-mudahan Suzuki Satria FU berwarna putih hijau bernopol A 4938 WB dan Honda Beat warna merah bernopol A 6344 GV dapat ditemukan," harapnya.

Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil Herliyani membenarkan adanya rumah warganya kebobolan. Untuk kasus pencurian di wilayah Kelurahan Taman baru, bukan yang pertama kali bahkan sudah sering kejadian ini terjadi modusnya sama yakni dengan mencongkel jendela. "Dari tahun 2015 sampai dengan sekarang pencurian ini belum pernah

terungkap, modus pelaku pencurian dan pembobolan rumah motifnya sama yakni rumah yang berdekatan dengan persawahan, tegalan dan kebun dengan menfaatkan warga terlelap padahal ronda diperkirakan bubar jam 03.30 WIB Perkiraan Aksi pencurian 03.45 - 04 WIB," ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Mohammad Ridzky Salatun mengatakan, pelaku membobol rumah diperkirakan beraksi lebih dari dua orang. Saat ini pihaknya juga masih mendalami kasus pembobolan yang terjadi di wilayah hukum Polres Cilegon. "Untuk kasus pembobolan itu masih kita dalami dan proses penyelidikan," katanya.

Diketahui sebelumnya, sebuah rumah milik pensiunan PT Krakatau Steel (KS), Prapto yang berada di Perumahan Argabaja Pura, Blok B5/18, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol dikuras kawanan pencuri, Senin (15/8).

Pencurian di perumahan mewah itu diduga dilakukan dengan cara merusak gembok pintu gerbang dan mencongkel pintu utama. Pencuri yang membobol rumah Prapto diperkirakan beraksi lebih dari dua orang itu berhasil membawa barang berharga milik korbannya. Adapun barang yang hilang itu adalah TV LCD, Tape, Indovison dan Laptop. (darjat)

Tangsel
- Seorang pria berinisial MA (66) tega membunuh tetangganya sendiri, Sukamto (47) di Jalan Ki Hadjar Dewantara, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Aksi pembunuhan ini dipicu sakit hati, lantaran kakek lima cucu itu tak terima dihina korban. Kepada petugas di Mapolres Tangsel, MA ya ...
TANGSEL- Prilaku bejat pria berinisial R (32) ini tak patut dicontoh. Pria yang berdomisili di Kampung Priangan Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini tega mencabuli anak tirinya sendiri, ER (16).

Celakanya, pencabulan yang dilakukan terhadap ER bukan hanya dilakukan satu kali saja. R kerap kali menggagahi ER saat malam hari, atau saat sang Ibu sedang mencari nafkah di pabrik yang ada di kawasan Serpong Utara.

"Benar. Pencabulan pada anak tiri R terjadi pada malam hari, saat ibu dari ER sedang sibuk bekerja. Prilaku ini sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2015 silam. Artinya sudah mencapai satu tahun," kata Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan di Mapolres Tangsel, Selasa (2/8).

Modus yang dilancarkan ayah tiri bejat itu, menurut Ayi, yakni R memaksa korban untuk berhubungan seksual. Kebetulan, pelaku R dan korban ER kerap ditinggal hanya berdua saja di rumah. "Pelaku juga mengancam agar ER tidak bercerita apapun kepada ibunya," Kapolres menambahkan.

Lantaran tak tahan dengan kelakuan bejat ayah tirinya itu, akhirnya ER memberanikan diri bercerita kepada neneknya tentang perlakuan ayah tirinya itu. Tak berapa lama, pada Jumat (29/7), neneknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Tangsel."Kami langsung lakukan penyidikan terhadap laporan tersebut. Akhirnya kami menangkap R di kediamannya di Kampung Priangan," kata Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Samian menambahkan, kondisi korban yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah pertama (SMP) ini masih trauma. Kata dia, korban ER bakal mendapat pendampingan dari psikologi untuk mengembalikan mentalnya."Sedangkan untuk barang bukti, kami amankan berupa sprei berwarna hijau, celana pendek merah, kaos warna biru tua, baju tidur biru muda dan celana tidur berwarna biru muda," tandasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan kelakuan bejatnya, pelaku R dikenakan Pasal 81 jo PAsal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuma 15 tahun penjara. (iwan)
SERANG - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang menuntut pidana penjara terhadap kakek berinisial CM (51) selama Sembilan tahun. Ia dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pemerkosaan terhadap gadis bisu yang tidak lain adalah tetangganya hingga hamil.

“Kami tuntut dengan pidana penjara selama 9 tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan,” ujar JPU Bahtiar Hilmi saat ditemui usai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (9/6/2016). JPU menjerat CM dengan dakwaan primair Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kami jerat dengan dakwaan primair. Adapun pertimbangan yang memberatkan perbuatan terdakwa telah merusak masa depan korban dan berbelit-belit. Sedangkan untuk meringankan terdakwa belum pernah dihukum. Selain pidana 9 tahun kami juga tuntut dengan denda Rp 60 juta subsidair enam bulan penjara,” katanya. Kasus pemerkosaan yang dilakukan CM ini terjadi pada awal Bulan Januari 2015 lalu.

Saat itu, pelaku merangsek masuk ke dalam rumah korban sebut saja Bunga. Sebelum masuk ke dalam rumah gadis berusia 15 tahun itu, pelaku sudah mengintainya. Ketika orang tua dan kakaknya pergi, pelaku langsung masuk ke dalam rumah.

Agar tidak ada yang curiga, pelaku berlagak bertamu ke rumah korban dan mengetuk pintu. Saat bertemu dengan korban, pelaku langsung menggiring gadis bisu itu ke dalam kamar dan membekap mulutnya. Tanpa basa basi, pelaku langsung memperkosa korban. Selang beberapa menit kemudian, YP kakak korban pulang ke rumah. Curiga, YP kemudian menanyakan alasan pelaku masuk ke dalam rumahnya.

Seakan tanpa bersalah, pelaku mengaku baru saja membetulkan kipas. Korban sempat bungkam saat ditanya YP di dalam kamar terkait bertamunya pelaku. Namun keesokan harinya, korban akhirnya memberanikan diri menceritakan dengan bahasa isyarat telah diperkosa oleh pelaku. Beberapa pekan dari pemerkosaan tersebut, korban ternyata positif hamil.

Berdasarkan pemeriksaan dokter RSUD dr Drajat Prawiranegara korban dinyatakan hamil dengan usia kandungan 15 minggu pada 15 April 2016 lalu. Kasus pemerkosaan tersebut kemudian dilaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Serang.

Selang beberapa hari dari laporan itu, pelaku akhirnya ditangkap. Berdasarkan pantauan Kabar Banten, sidang terhadap CM berlangsung tertutup. Pihak keluarga korban tampak terlihat memantau jalannya pesidangan.

Begitu juga dengan korban yang juga terlihat dengan perutnya yang membuncit. Menanggapi tuntutan JPU, pengacara CM, Isbanri menyatakan keberatan. Menurutnya tuntutan JPU terlalu tinggi padahal hubungan seksual tersebut tanpa ada paksaan.

“Kami ajukan pembelaan, menurut kami itu bukan pemerkosaan tapi suka sama suka,” katanya. Rencananya sidang diketuai oleh majelis hakim Emy Cahyani Widiastuti itu akan kembali digelar pada hari Kamis pekan depan. (marjuki)
SERANG - Kasus kejahatan seksual terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Serang. Kali ini kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang balita asal Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang berinisial AL (3). Parahnya, pelaku pemerkosaan terhadap balita malang tersebut adalah tetangganya sendiri berinisial SS dan bekerja sebagai guru ngaji di sebuah pondok pesantren (ponpes).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus dugaan pemerkosaan tersebut terjadi pada Febuari 2016 lalu. Saat itu korban dibawa ke rumah pelaku yang saat itu kondisinya sedang sepi. Dengan modus hendak menyunat korban, pelaku kemudian melepas celana korban. Setelah itu, pelaku kemudian memasukan alat kelaminnya yang ia sebut dengan kata “sunat” kepada korban.

Usai melampiaskan nafsunya, pelaku yang diketahui sudah memiliki anak istri itu kemudian menyuruh balita itu pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, orang tua korban awalnya tidak mengetahui anaknya sudah diperkosa oleh tetangganya itu.

Pemerkosaan tersebut terungkap setelah korban mengeluh sakit saat buang air kecil pada malam harinya. Penasaran, ibu korban lantas membuka celana anaknya itu untuk mencari penyabab rasa sakit tersebut. Alangkah kagetnya ibu korban ketika mengetahui penyebab sakit tersebut diakibatkan oleh pendarahan di alat kelamin anaknya.

Merasa ada yang tidak beres, ibu korban kemudian menanyakan langsung kepada anaknya itu. Dengan polos, anaknya mengatakan bahwa SS telah “menyunatnya” dengan memasukan sesuatu ke alat kelaminnya.

Keyakinan telah terjadi pemerkosaan sang ibu semakin bertambah setelah anak pelaku keesokan harinya mengembalikan celana dalam anaknya yang tertinggal di rumah. Guna memastikan telah terjadi persetubuhan, orang tua korban kemudian membawa anaknya ke rumah sakit untuk diperiksa. Hasilnya, penyebab pendarahan tersebut diakibatkan oleh benda tumpul yang masuk dalam alat kelamin korban.
Berang dengan sikap pelaku, orang tua korban kemudian membuat laporan ke Unit Layanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Serang.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten Uut Lutfi membenarkan adanya laporan kasus dugaan pemerkosaan tersebut ke instansinya. Ia mengatakan akan melakukan pendampingan hukum dan moril bagi keluarga korban. “Kami dari LPA memberikan pendampingan hukum selain itu kami juga memberikan pendampingan lain berupa bantuan pemulihan kondisi psikologis ibu korban karena mengalami depresi,” ujar Uut, Rabu (1/6).

Kepada masyarakat, Uut meminta agar masyarakat tidak mencemooh musibah yang dialami keluarga korban. Sebagai bentuk kepedulian ia sudah mengarahkan agar masyarakat memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. “Kami sudah datangi masyarakat dan kadesnya juga agar mereka jangan sampai dihakimi. Kami minta mereka memberikan dukungan moril agar memulihkan kondisi psikologis keluarga korban,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari penyidik, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis pekan lalu. Diharapkan pelaku kejahatan seksual terhadap anak ini diberikan hukuman yang seberat-beratnya. “Kami akan kawal hingga ke pengadilan. Saya harap dia (pelaku) dihukum berat-beratnya,” ujarnya.

Kanit UPPA Polres Serang Ipda Juwandi saat dikonfirmasi Kabar Banten membenarkan kasus dugaan pemerkosaan tersebut. Bahkan menindaklanjuti laporan kasus dugaan pemerkosaan tersebut penyidik sudah menetapkan terlapor sebagai tersangka. “Iya (benar laporan itu). Terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini kami masih melakukan pemeriksaan,” ujar Juwandi singkat.(marjuki)

Komentar Terakhir