Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 617 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 424 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 536 | Komentar

Baca


JERO WACIK SERAHKAN SURAT PENGUNDURAN DIRI

JAKARTA - Sidang kabinet paripurna yang digelar di Kantor Presiden, Jumat (5/9), tanpa kehadiran Jero Wacik. Ternyata, yang bersangkutan telah mengajukan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sesaat sebelum sidang kabinet berlangsung. Hal tersebut diungkapkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi. "(Presiden SBY) sudah terima (surat pengunduran diri Jero), tadi siang (kemarin siang). Satu jam sebelum sidang kabinet," ujar Sudi di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.


Sudi memaparkan, surat tersebut tidak diantarkan secara langsung oleh yang bersangkutan. Tampaknya, Jero mengirimkan surat pengunduran dirinya melalui stafnya. "Dikirimkan (suratnya). Sudah saya terima dari staf saya dan sudah saya laporkan ke Bapak Presiden," papar Sudi. Ketika ditanya apakah Jero sengaja mengirim surat, karena SBY enggan bertemu langsung dengan yang bersangkutan, Sudi hanya mengatakan hal tersebut adalah hak Presiden. "Ya itu kan hak pribadinya beliau (presiden)," ujarnya. Menurut informasi, SBY enggan bertemu dengan Jero terkait kasus pemerasan yang menjerat mantan Menteri ESDM tersebut.

Terkait pengunduran diri Jero tersebut, Sudi menuturkan bahwa Presiden SBY telah menyetujui hal tersebut. SBY pun segera mengeluarkan Keppres pemberhentian Jero serta Keppres pengangkatan pengganti Jero. "Dan tentu segera kita pertimbangkan dan tentu segera mungkin akan kita keluarkan keppres untuk pemberhentian pak Jero Wacik," tuturnya. Menyoal pengganti Jero, Sudi memastikan SBY tidak akan menunjuk menteri baru. Karena itu, SBY kemungkinan menunjuk menteri ad interim atau pelaksana tugas, yakni Menko Perekonomian Chairul Tanjung atau CT. "Tentu tidak akan menunjuk menteri baru, tapi mengangkat yang sudah ada. Kita lihat nanti, tapi kayaknya arahnya ke Menko Perekonomian sebagai ad interim ya," ujarnya.

Pernyataan Sudi tersebut dibenarkan CT. Namun, dirinya belum mengetahui siapa yang bakal menjabat Menteri ad interim tersebut. Dia hanya menuturkan bahwa penunjukan pengganti Jero adalah sepenuhnya hak prerogatif Presiden. "Siapa yang akan ditunjuk, nanti presiden yang akan tentukan. Karena itu adalah hak prerogatif presiden," ujarnya di Kantor Presiden, kemarin. Seperti pernyataan Sudi, CT juga mengungkapkan bahwa Presiden SBY telah resmi menerima surat pengunduran diri Jero. Hal tersebut diungkapkan SBY dalam sidang kabinet, kemarin. SBY juga mengatakan segera membuat Keppres pengunduran diri Jero Wacik dan Keppres pengangkatan pejabat ad interim. Menurut CT, kedua Keppres tersebut diperkirakan rampung dalam waktu dekat.

"Saya rasa mungkin, dan saya berharap, karena tadi instruksinya sudah dilakukan dan mensesneg sudah bicara dengan saya, kemungkinan (Keppres) awal minggu depan. Mungkin Senin atau Selasa sudah bisa dikeluarkan, karena Presiden SBY ingin agar secepatnya menunjuk pejabat Ad Interim agar tugas-tugas di Kementrian ESDM itu tetap bisa berlangsung tanpa hambatan satu apapun," ungkapnya. Menyoal absennya Jero Wacik dalam sidang kabinet kemarin, CT mengatakan hal tersebut adalah wajar. Karena Jero telah mengajukan surat pengunduran dirinya sebelum sidang kabinet. "Karena sudah mengundurkan diri, dan karena suratnya sudah diterima oleh Presiden, dalam hal ini Mensesneg, ya artinya tidak hadir dalam sidang kabinet ini," katanya. Sementara itu, sidang kabinet kemarin ternyata tidak membahas tindak lanjut terkait Jero. Hal tersebut diungkapkan Menteri UKM dan Koperasi Syarief Hasan. "Tidak dibahas secara mendalam tadi di dalam (sidang kabinet)," ujarnya. (jpnn)



Komentar Terakhir