Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 368 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 277 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 357 | Komentar

Baca


JK Sayembara Rp 1 Miliar

JAKARTA - Majunya Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo memunculkan tudingan miring bahwa mantan Ketua Umum Partai Golkar itu ingin meraih kekuasaan demi memuluskan bisnisnya. Namun, pria yang dikenal dengan sapaan JK itu menampik tudingan itu

Wakil Presiden RI periode 2004-2009 itu bahkan menyiapkan Rp 1 miliar bagi pihak-pihak yang menuduhnya untuk membuktikan tuduhan miring itu. JK mengatakan bawa selama dirinya menjabat posisi penting di pemerintahan, tidak pernah menggunakan posisinya demi kepentingan bisnis pribadi. "Malah justru kita tantang. Lihat saja sepuluh tahun pemerintahan, saya jadi menkokesra, menteri perdagangan, dan wapres. Ada enggak satu tetes ke perusahaan saya? Kalau ada satu saja. Saya bayar you Rp 1 miliar. Kalau tidak ada, you bayar saya 10 persen," tegas JK dalam diskusi bersama forum CEO Jawa Pos Group di Jakarta, Minggu, (8/9).

Meski sudah menantang demikian, JK mengaku tak ada satu orang pun yang datang untuk membuktikan tudingan itu. Pria yang kini Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu justru menertawakan pihak yang melontarkan tuduhan miring itu. "Ternyata efektif juga kita menantang demikian. Saya nantang-nantang juga enggak ada yang muncul," canda JK. Lebih lanjut pria asal Sulawesi Selatan itu pun mengatakan, ada tiga jenis kampanye yang saat ini marak. Yakni kampanye positif, kampanye negatif yang menampilkan fakta-fakta masa lalu seorang tokoh, serta kampanye hitam. Namun, JK berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan kampanye yang buruk. Tak ada satu pun kampanye buruk tentangnya yang dapat dibuktikan. (jpnn)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir