Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 112 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 157 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Berita Utama

SERANG - Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015 telah dipastikan akan digelar pada 9 November 2015 mendatang. Namun, persiapan menjelang pilkada belum dapat dilaksanakan lantaran menunggu keputusan dari DPR RI mengenai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pilkada. Padahal, pendaftaran terakhir untuk pelaksanaan uji publik ditenggat pada Februari 2015 mendatang.
Hal itu disampaikan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten Syaeful Bahri, Rabu (10/12). Syaeful menuturkan, KPU Banten telah mendapatkan surat edaran nomor 1999 dari KPU RI yang menjelaskan tentang jam kerja komisioner KPU dalam persiapan penyelenggaraan pilkada serentak. Selain menginstruksikan agar para komisioner KPU baik provinsi maupun kabupaten/kota penyelenggara pilkada serentak untuk bekerja mulai pukul 08.00 WIB-16.00 WIB, dalam edaran tersebut juga dijelaskan sejumlah ketentuan dan jadwal tahapan. “KPU RI sudah merancang semua tahapan terkait penyelenggaraan pilkada serentak. Mulai dari peraturan KPU mengenai jadwal tahapan, pencalonan, panitia pengadaan logistik hingga panitia pemutakhiran data pemilih. Karena pencoblosan putaran pertama itu kan tanggal 9 November 2015,” ungkapnya.

Syaeful mengungkapkan, pihaknya telah melakuan monitoring kepada KPU Kabupaten Serang dan KPU Kota Cilegon sebagai penyelenggara pilkada serentak terkait persiapan menjelang pelaksanaan tahapan pilkada. Hanya saja, persiapan tersebut belum dapat dilaksanakan lantaran masih menunggu keputusan DPR RI mengenai Perppu Pilkada langsung. Akan tetapi, melihat perkembangan dari para elit politik beberapa pekan belakangan, pihaknya meyakini bahwa DPR akan menyetujui Perppu. “Januari ini, kita tunggu mudah-mudahan sudah ada persetujuan dari DPR RI. Karena, Februari itu akhir pendaftaran untuk uji publik,” tuturnya.

Namun, Syaeful meminta para komisioner dan sekretariat KPU di dua daerah yakni Kota Cilegon dan Kabupaten Serang sudah mulai mempersiapkan apa yang diamanatkan dalam surat edaran. Yakni, menyesuaikan dengan tahapan yang telah dijadwalkan KPU RI. Salah satunya adalah tahapan uji publik yang perlu dipersiapan sejak dini. Karena, dalam tahapan uji publik, KPU harus mempersiapkan unsur-unsur terkait seperti tokoh masyarakat dan akademisi yang akan menguji para calon kepala daerah. “Begitupun dengan pengadaan barang yang harus disesuaikan dengan Keppres tentang pengadaan barang dan jasa. Memang itu menjadi wilayah sekretariat, tapi komisioner harus tahu,” paparnya.

Sementara, Ketua KPU Banten Agus Supriyatna menambahkan, selain mempersiapkan untuk tahapan pilkada serentak, para komisioner di kabupaten/kota juga perlu mempersiapkan materi sosialisasi yang sesuai dengan desain KPU RI yakni electiontainment. Untuk merealisasikan hal tersebut, KPU kabupaten/kota juga sudah harus merancang kebutuhan anggaran yang dibutuhkan dalam kegiatan sosialisasi dengan desain electiontainment. “KPU harus mengadopsi desain sosialisasi yang akan dilaksanakan dengan pos anggaran di masing-masing pemerintah daerah. Karena, untuk Pilkada serentak 2015 ini, kebutuhan anggaran masih harus ditanggung pemerintah daerah,” pungkas Agus. (ibah)



SERANG - Setelah sekian lama, akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani nama Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten definitif. Dari ketiga calon yang diusulkan panitia seleksi (pansel) yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Ranta Soeharta, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kurdi Matin, dan Kepada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Eneng Nurcahyati, nama Kurdi Matin jadi calon terkuat Sekda definitif terpilih lantaran memperoleh skor tertinggi dari hasil tes yang dilaksanakan pansel.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ketika dihubungi Banten Raya mengungkapkan, untuk usulan Keputusan Presiden (Keppres) penetapan Sekda Pemprov Banten sudah selesai ditandatangani Presiden. Hanya saja, Keppres tersebut belum dikirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Yang Banten sudah selesai, tapi belum dikirim ke Kemendagri,” ungkap Tjahjo, Rabu (10/12) malam.

Menurut Tjahjo, urutan tiga nama calon yang diusulkan pemerintah daerah memang tidak menentukan calon sekda definitif terpilih. Karena dilihat pula track record/pengalaman pejabat tersebut selama ini. Akan tetapi, perolehan skor dari hasil seleksi di daerah menjadi pertimbangan utama. “Ya, kita kan harus memilih secara obyektif,” ujar Tjahjo saat ditanya apakah calon dengan skor tertinggi dipastikan menjadi sekda definitif.

Sementara, berdasarkan informasi dari pansel sekda, perolehan skor tertinggi dari hasil seleksi calon Sekda Banten ditempati Kepala BKD Banten Kurdi Matin. Tjahjo mengungkapkan, dari pemerintah daerah dikirimkan tiga nama calon berdasarkan hasil seleksi. Pihaknya, menindaklanjuti hasil seleksi tersebut kepada presiden agar dibuat keputusan presiden. Namun, ia mengaku belum mengetahui siapa nama calon sekda definitif terpilih dari Pemprov Banten. “Saya gak hafal siapa-siapa saja, kemungkinan baru besok saya ambil Keppresnya, karena sekarang saya masih di Yogya,” tukasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno saat dimintai konfirmasi melalui blackberry messanger-nya mengaku sudah mengetahui terkait informasi telah ditandatanganinya Keppres Sekda Pemprov Banten. Namun, Rano mengaku belum mengetahui siapa calon Sekda yang telah ditetapkan sebagai Sekda definitif dari Presiden. “Belum ada di tangan saya, ya sabar dulu aja yah,” ujar Rano.

Sementara, Plt Sekda Pemprov Banten Widodo Hadi juga mengaku belum mengetahui terkait nama calon Sekda definitf yang terpilih. Akan tetapi, ia akan segera meminta BKD untuk berkoordinasi dengan Kemendagri agar dokumen tersebut dapat segera diambil. “Nanti biar BKD saja yang ambil berkasnya,” ujar Widodo Setelah Keppres diterima, lanjut Widodo, calon Sekda terpilih akan segera dilantik tanpa perlu menunggu waktu yang lebih lama lagi. “Nggak usah nunggu lama-lama, kita menunggu Pak Plt Gubernur untuk melaksanakan pelantikan secepatnya,” tuturnya.

Kepala BKD Banten Kurdi Matin mengaku belum mengetahui apapun terkait keputusan presiden mengenai penetapan Sekda Pemprov Banten. Ia mengaku tidak terlalu memikirkan dan mengejarnya, namun membiarkan prosesnya berjalan sesuai prosedur. “Siapapun yang jadi Sekda, itulah yang terbaik dan harus didukung,” ujar Kurdi. (ibah)





SERANG - Profesi pengemis ternyata memang sangat menjanjikan. Seorang kakek bernama Amat (82) yang sehari-hari mengemis di perempatan Ciceri, Kota Serang, mampu memiliki mobil pick up dan motor Satria. Tak tanggung-tanggung, cicilan per bulan untuk 2 kendaraan itu mencapai Rp 4 juta dan ia mengaku ...

SERANG - Pengamat Universitas Serang Raya Abdul Malik mengatakan bahwa secara kasat mata dan secara umum Jaman dan Sulhi selama setahun ini belum melakukan hal-hal konkret untuk menata Kota Serang agar lebih baik. Masih banyak yang belum dilakukan Jaman dan Sulhi, salah satunya menata tata ruang K ...

TANGERANG
– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang dibantu oleh anggota TNI AL dan Polri melakukan penertiban terhadap bagan-bagan nelayan yang berada di sepanjang pantai utara Kabupaten Tangerang, tepatnya di sepanjang Pantai Dadap, Kecamatan Kosambi. Informasi yang didapat, ...