Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 100 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 93 | Komentar

Baca


Berita Utama


RANGKASBITUNG - Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengajak kaum muda agar memiliki perhatian besar terhadap penghijauan untuk melestarikan lingkungan hidup. “Penghijuan untuk melestarikan lingkungan hidup, banyak manfaatkan bagi kita. Oleh karena itu, saya mengajak agar kaum muda dan selur ...

SERANG – Pekerjaan menulis di media blog atau bloger bisa dijadikan sebagai salah satu mata pencaharaian untuk menambah pemasukan belanja dapur. Blog yang bagus dan banyak pengunjung, sudah bisa dipastikan terus mendulang rupiah. “Alhamdullilah, selama dua tahun lebih serius ngeblog, saya pernah m ...

CILEGON - Hujan deras yang berlangsung sejak Jumat (13/2) dini hari membuat Jalan Lingkar Selatan (JLS) tergenang air. Genangan mencapai kurang lebih 30 centimeter. Genangan terjadi di beberapa titik ruas jalan, namun yang cukup parah terjadi di sekitar ruas jalan kilometer tiga jalan tersebut. Pa ...
PANDEGLANG – Dana simpan pinjam perempuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, senilai Rp 123 juta raib dijambret oleh dua pria pengendara motor saat baru diambil di Bank BJB Pandeglang, Jumat (13/2) pukul 10.00. Lokasi penjabretan itu terjadi di Kampung Sukarela, Kelurahan/Kecamatan Pandeglang. Saat ini kasusnya tengah ditangani aparat Polres Pandeglang.

Informasi yang didapat, peristiwa penjambretan berawal ketika Eneng Faujiah dan Ridwan, anggota UPK Cadasari mengambil uang dari Bank Jabar. Saat dalam perjalanan ke kantornya, motor yang dikendarai warga Kampung Pasir Laka, Desa Tegalongok itu dipepet dua pria yang mengendarai motor. Tiba-tiba mereka langsung merebut tas yang ditaruh di tengah antara Eneng dan Ridwan.“Kejadianya sangat cepat, saya kaget sampai saat saat teriak tidak bisa keras. Pelakunya langsung tancap gas ke arah Stadion Sukarela. Saya dan Ridwan langsung lapor ke polres,” terang Eneng saat ditemui di Mapolres Pandeglang, kemarin.

Dia menjelaskan, pelaku dua orang dengan menggunakan sepeda motor roda dua. Adapun untuk uang yang dijabret tersebut itu merupakan dana simpan pinjam perempuan dari program PNPM Kecamatan Cadasari yang akan digunakan. Eneng berharap pelaku bisa ditangkap dan uangnya bisa kembali.“Saya tidak bisa melawan saat dijambret. Bagaimana mau lawan saya juga berada di atas motor dan Ridwan saat itu mengemudikan motor,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Gatot Priyanto membenarkan adanya laporan peristiwa penjabretan yang terjadi di Sukarela. “Kami masih melakukan penyidikan. Berdasarkan laporan korban, pelakunya dua orang,” tegasnya. (agus)    



SERANG - Pemprov Banten berdalih bahwa anggaran pengadaan rumah dinas (rumdin) Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Kurdi Matin senilai Rp 405 juta tidak harus dihabiskan semuanya. Menurut Kepala Biro Perlengkapan dan Aset Pemprov Banten Djoko Sumarsono, anggaran tersebut hanya alokasi yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan di rumah dinas sekda."Seperti saya jelaskan, kita lakukan pengadaan barang-barang yang bisa diangkut ketika sudah tidak menyewa (rumah dinas-red) lagi, sehingga tidak tercatat sebagai aset di rumah tersebut," ujar Djoko kepada sejumlah wartawan, Jumat (13/2).
Djoko juga menegaskan bahwa renovasi dan mempercantik interior rumah dinas tersebut merupakan kewenangan pemilik rumah. "Seperti pengecatan atau wallpaper itu merupakan tanggung jawab pemilik rumah. Kalau kita hanya mengisi barang-barangnya," ungkap Djoko.

Terpisah, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah menyatakan, sewa rumah dinas sudah diatur dalam peraturan gubernur (pergub). Jika itu layak dan sesuai aturan, mengapa harus dipersoalkan."Artinya kembali lagi kepada Pak Sekda, mau menggunakan atau tidak," ujar Asep.

Disinggung soal anggota DPRD yang juga ada anggaran untuk rumah, Asep menyatakan bahwa sewa rumah untuk anggota DPRD juga diatur dalam pergub. "Kalau DPRD per bulan (alokasinya-red)," jelasnya.
Sekretaris DPRD Banten Iman Sulaiman menjelaskan, anggota DPRD tidak menyewa rumah dinas, namun alokasinya berupa tunjangan perumahan. "Alokasi ini telah sesuai PP nomor 24/2014, termasuk di pergub juga dijabar, tertera di sana," ujarnya.

Ketua dewan alokasi per bulan Rp 19 juta per bulan, wakil ketua dan anggota dewan Rp 18 juta. "Itu tidak naik, tahun sebelumnya juga segitu," ujar Iman.Akademisi Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) H Memed Chumaedi menilai, anggaran sewa rumah dinas sekda Rp 250 juta dan alokasi pengadaan interior dan mebeler Rp 405 juga tergolong fantastis dan berbalik 180 derajat dengan kondisi rakyat Banten saat ini. “Sekda Banten harusnya fokus saja dengan terobosan-terobosan dan inovasinya. Beliau kan baru, jangan hanya mengurus untuk pribadinya saja,” ujar Memed.

Ketua Forum Mahasiswa Pascasarjana Provinsi Banten Eman Suyaman juga meminta Sekda Banten Kurdi Matin untuk fokus melaksanakan tugas-tugasnya yang berkaitan dengan kepentingan publik dan berjalannya roda pemerintahan Banten.

Diberitakan sebelumnya, Pemprov Banten menyewa rumah untuk dijadikan rumah dinas sekda. Lokasinya ada di Jalan Yusuf Martadilaga Nomor 12, Benggala, Kota Serang. Alokasi anggarannya cukup signifikan, yakni Rp 250 juta per tahun.

Selain itu, pemprov melalui Biro Perlengkapan dan Aset berencana melengkapi fasilitas di dalamnya (interior), seperti mebeler dan lainnya, dengan anggaran Rp 405 juta. Pengadaan perlengkapan interior untuk rumah dinas Sekda Kurdi di antaranya yakni air conditioner (AC), tempat tidur, meja, kursi, dan sofa. Angka ini lebih mahal dari nilai sewa. Jika digabungkan, alokasi rumah dinas sekda mencapai Rp 655 juta. (rahmat)