Testimoni Mantan Radikal Chapter I

syamsul Hadi   |   Adv Video  |   Kamis, 04 Oktober 2018 - 13:42:46 WIB   |  dilihat: 77 kali   |  0 komentar

MANTAN RADIKAL

 

Radikalisme  kata yang berasal dari bahasa latin radix yang berarti "akar" adalah istilah yang sering kali kita dengar dewasa ini. Begitu "radikalisme" historis mulai terserap dalam perkembangan liberalisme politik, pada abad ke-19 makna istilah radikal di britania raya dan eropa daratan berubah menjadi ideologi liberal yang progresif.

Ideologi liberal yang progresif itu kini telah berkembang menjadi sebuah paham yang fanatik terhadap suatu golongan ataupun tujuan yang diinginkan dan harus didapatkan sekalipun dengan cara yang radikal dan cenderung memakai teror kekerasan yang bahkan menimbulkan korban jiwa sekalipun.

Peristiwa demi peristiwa yang ditengarai sebagai praktik dari paham radikalisme yang berakar pada rasa, fanatisme juga kian mewarnai wajah berita Indonesia. Sebagai upaya menangkal meluasnya aksi radikalisme di Indonesia, pemerintah dan pihak-pihak terkait kini lebih gencar mencegah radikalisme atau deradikalisasi khususnya di kalangan remaja.

Tidak hanya itu pembinaan terhadap para mantan pengikut paham radikal juga terus digalakkan pemerintah dan pihak-pihak terkait. Seperti yang dilakukan di Banten, sejumlah mantan pengikut paham radikal mendapat pembinaan serta dukungan, agar kembali dan patuh terhadap hukum yang bersendikan pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Seperti yang dilakukan A-M, mantan pengikut paham radikalisme yang pernah menjalani hukuman 6 tahun penjara, dari hati yang paling dalam dan sesungguhnya menyadari dan menyesali perbuatannya. A-M yang juga pernah mengikuti pelatihan militer di aceh yang dilaksanakan oleh organisasi radikal yang dilarang, bersedia untuk kembali menjadi warga negara Indonesia yang patuh hukum berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Profil syamsul Hadi

syamsul Hadi

Iklan Tengah Detail Video 568x120px

Komentar Video



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook